
Lumajang, sekilasmedia.com – Memasuki masa fase percaturan tahun politik, berbagai hal mudah ditemui termasuk hal yang berkonotasi negatif. Bisa jadi istilah. “Tidak ada teman yang abadi” ketika masing-masing mempunyai ditunggangi kepentingan politik. Kenyataan ini yang dialami oleh Darso, anggota DPRD Kabupaten Lumajang periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) yang menerima imbas permainan berbau politik dan dihembuskan oleh pihak-phak yang tidak menghendaki dirinya intens mewakili kepentingan masyarakat di kursi legislatif.
Pasalnya, pria ini di isukan melakukan perbuatan asusila dan dimunculan disalah satu media lokal. Ironisnya muatan info yang disajikan bentuk pemberitaan tersebut, dinilaijauh dari kesan professional dalam koridor menggali data yang akurat. Tampilan visual berupa foto yang menguatkan penulisan berita tersebut, tidak mempunyai alur pas dengan kronologis dan judul yang disajikan oleh sang penulis.
Seperti yang termuat dalam sebuah pemberitaan di media terbitan Jawa Timur ini, bahwa warga Dusun Sumber Wadung Desa Babakan Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang yang diberi inisial Dar oleh penulis ini diketahui berselingkuh dengan perempuan berinisal Aan. Menurut alur berita, investigasi dimulai dari terpergoknya Dar dan Aan di alun-alun rambipuji dan selanjutnya keduanya memasuki salah satu Hotel di kota Jember, Kamis (3/1). Ironisnya penulis tidak menyebutkan secara detail hotel yang dimaksud dan hanya memampang gambar sebuah mobil jenis Honda Jazz berwarna merah dipelataran sebuah gedung. Kemudian penguatan berita ditambah dengan foto Darso (Dar) disebuah warung pinggir jalan di wilayah Kecamatan tanggul yang dilihat dari settingan seorang peselingkuh, rasanya hal yang tidak masuk akal, mengingat warung tersebut berada dipinggir jalan dan tidak permanen. “Benar memang saya makan di warung emperan pinggir jalan karena mersa sangat lapar dan saat itu memang banyak orang. Masa saya mau menjauh dari pembeli lainnya sedang warung tersebut tidak cukup luas.”Ujar Darso seperti dituturkan pada media ini.
Permainan yang menggunakan media dalam sebuah kancah percaturan politik merupakan hal yang biasa dan cukup lumrah, namun bila didalamnya ada indikasi memojokkan seseorang hanya untuk sebuah kepentingan dengan tujuan memojokkan pihak lain, merupakan hal yang patut menjadi keprihatinan. Terlebih pasca terbitnya pemberitaan tersebut, tersebar di wilayah daerah pemilihan dan menimbulkan opini yang sebenarnya kevalidan informasi tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.
“Meski kami merasa dirugikan dengan adanya pemberitaan tersebut, namun kami kembalikan penilaiannya kepada masyarakat. Mereka yang lebih tahu pahan akan karakter orang yang di menjadi topic pemberitaan.”Ujar Darso.
Disinggung adanya upaya untuk melemahkan image figur diri dan putranya yang pada tahun ini juga akan menjajaki kancah perpolikan dengan maju sebagai calon legislative (Caleg0, Darso menegaskan semuanya kembali pada penilaian masyarakat. “Masyarakat saat ini sudah cerdas dan bisa memilah mana yang benar dan salah. Kalaupun saya ditakdirkan menjadi anggota legislatif, sekejam apapun fitnah yang ditujukan pada saya, tetap saya akan jadi. Semuanya saya serahkan pada masyarakat untuk menilainya.”pungkasnya.(tim)


