
MOJOKERTO, sekilasmedia.com- Badan Pemenangan Pemilu, Bappilu, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Timur terus bergerilya dari daerah ke daerah dikomandani HM.Husin S.Sos, SE, MM, diantaranya juga baru saja beberapa waktu lalu dilakukan konsolidasi untuk para Caleg dan PAC Hanura di Kabupaten Mojokerto yang dipusatkan di aula kolam renang Heri Subiyanto di Desa Manduro Manggunggajah Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Inti dari konsolidasi Bappilu Hanura Jatim sebagaimana disampaikan HM Husin bahwa Bappilu Hanura tidak boleh berpihak kepada caleg siapapun, yang diutamakan adalah untuk kepentingan bersama partai dan para caleg, dengan kebersamaan dan kekompakan pro bangkit – jaya – menang.
*GARDI GAZARIN BERHARAP KEKOMPAKAN YANG NYATA APALAGI CALEG DPR RI TERKENA TRESHOLD 4 PERSEN*
Di sela-sela sebelum acara konsolidasi dimulai, hampir semua caleg maupun Pengurus Anak Cabang (PAC) Hanura Kabupaten Mojokerto pun telah berharap atas pentingnya kekompakan antar elemen dan para caleg dalam suatu partai politik manapun lebih-lebih Hanura yang telah bertekad bangkit luar biasa namun akan disayangkan jika dalam prakteknya jika ternyata misalnya pengurus justru menjadi tidak kompak. Para PAC ingin membesarkan Hanura namun banyak hambatan yang terjadi termasuk potensinya kekurang-kompakan pengurus. “Kekompakan yang kita harapkan adalah kekompakan yang serius dan bukan pura-pura kompak,” ungkap para PAC Hanura yang enggan disebutkan namanya.
Harapan kurang lebih sama disampaikan Gardi Gazarin koordinator Media BAPPILU DPP Partai Hanura pusat, sebelum acara konsolidasi, apalagi menyangkut Caleg DPR RI yang terkena aturan Parliament Treshold (PT) 4 persen. Dengan kata lain misal meskipun Si Caleg A mendapatkan perolehan suara paling banyak di suatu Dapil, namun kalau secara nasional tidak mendapatkan suara minimal 4 persen (sekitar 23 kursi, red.) maka Si Caleg A pun ikut gagal alias tidak bisa dilantik jadi anggota DPR RI. “Saya ikhlas ikhtiar membesarkan Hanura, tapi kalau tidak ada kekompakan, mungkin keikhlasan saya menjadi kurang dimanfaatkan,” ungkap Gardi Gazarin yang juga Caleg nomer 3 Partai Hanura untuk DPR RI Dapil Jatim-8 yang meliputi Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun yang pernah sekolah di SMPN 2 Mojokerto dan SMPN 2 Jombang ini.
*HERI SUBIYANTO DAN OKY SAMBADHA PUN BERHARAP KEKOMPAKAN YANG SERIUS*
Pada bagian terpisah jauh sebelum acara konsolidasi oleh Bappilu Hanura Jatim dimulai, harapan atas kekompakan Hanura pun diharapkan oleh Heri Subiyanto yang Caleg nomer 1 Hanura untuk DPRD Kabupaten Mojokerto Dapil Ngoro-Pungging-Mojosari. Begitupun harapan Oky Sambadha yang Caleg nomer 1 DPRD Kabupaten Mojokerto untuk Dapil Trawas-Pacet-Gondang-Jatirejo. Sebagai sosok yang bersama Gardi Gazarin sama-sama baru masuk Hanura dan menjadi Caleg, mereka ingin agar kalangan politisi benar-benar memiliki komitmen kekompakan dan untuk masyarakat.
Gardi Gazarin pun memiliki harapan yang sama, komitmen kekompakan dan untuk masyarakat merupakan hal penting. Bahkan Gardi telah banyak mengorbankan dana, tenaga dan pikiran untuk kebangkitan Hanura. Banyak komunitas maupun kenalan-kenalan lama dan jaringan-jaringan lama yang telah didatanginya di Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun. “Saya bermodal ikhlas. Kalau tidak, bisa pusing memikirkan yang telah kita keluarkan,” ungkap Gardi Gazarin asal Jatirejo-Mojokerto yang memiliki banyak kenal dan teman serta famili di Mojokerto-Jombang-Nganjuk. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).

