Reporter: tim
Editor: Sis. K
KEDIRI, (sekilasmedia.com) Koperasi yang syari’ah maupun yang non syari’ah momentum manfaatnya serasa lebih luar biasa besar saat bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. Bisa dilakukan oleh koperasi yang ‘berkapasitas’ besar dan menengah maupun bagi yang ‘kelas’ kecil bahkan mikro. Hal tersebut diungkapkan oleh Dafid Dzikrulloh pemerhati masalah sosial yang juga pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Provinsi Jatim yang dipimpin Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi, red.) yang sempat akan menjadi Cawagub 2018-2023 untuk Gus Ipul, namun kemudian Anas mundur.
*DAFID: KOPERASI SYARI’AH DAN NON SYARI’AH MANFAAT UNTUK MAYORITAS RAKYAT KECIL*
Ditemui saat di Kediri, Dafid Dzikrulloh melihat manfaat koperasi syari’ah maupun non syari’ah itu luar biasa besar lebih-lebih untuk mayoritas masyarakat kecil yang membutuhkan dana saat menjelang Ramadhan, maupun saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri serta pascanya. Tradisi rutin tiap tahun dari masyarakat kecil yang butuh dana itu seharusnya menjadikan berbagai pihak untuk lebih peduli dan lebih peka, lebih-lebih kalangan pemerintah juga legislatif dll yang memiliki pintu secara formal maupun informal untuk memahami kebutuhan masyarakat.
Kalangan pemerintah, legislatif dan lainnya perlu lebih peduli entah itu melalui program-program formal yang bersumber dari dana pemerintahan, agar dimaksimalisasi efektivitas manfaat untuk masyarakat, maupun dana jaring aspirasi anggota legislatif, bahkan sumber-sumber lain misal dari swasta sekalipun yang bagi pemerintah/legislatif memiliki akses mendorong agar ada yang digunakan untuk kepentingan masyarakat kecil. Bahkan misal dengan menyuntikkan dana ke koperasi-koperasi terutama yang kecil, untuk disalurkan pada masyarakat kecil. Apalagi masyarakat kecil yang selama ini bisa dipegang komitmennya, sehingga perlu perhatian lebih, bahkan mungkin perlu perhatian berkesinambungan dan bukan insidentil misal dengan melibatkan koperasi syari’ah maupun non syari’ah.
*EKONOMI RAKYAT KECIL BUTUH SEMACAM P3K UNTUK MEMBUAT MEREKA BAHAGIA*
“Ibaratnya seperti dalam kecelakaan lalu lintas, ada masa-masa rakyat kecil harus lebih diperhatikan dengan semacam P3K atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Begitupun soal sirkulasi keuangan mereka agar mereka tak megap-megap namun tetap riang menghadapi Ramadhan beserta rangkaiannya,” ungkap Dafid Dzikrulloh yang juga sedang berfokus pada rumah murah, rumah cetak, untuk masyarakat kecil ini.
Diantara yang tertarik soal rumah cetak tersebut terdapat sejumlah pihak termasuk beberapa pihak di Malang dan di Karanganyar-Jateng. Juga Mitra Produksi Sigaret (MPS) Sampoerna milik Gus Fatkhur Rokhman DPP Shiddiqiyah yang juga memiliki MPS di Jombang, di Yogya dan sejumlah tempat lain.
*SRI UNTARI DAN SUDIRMAN AGUS, SEBELUMNYA TELAH MELAKSANAKAN YANG DIANALISA DAFID*
Analisa yang disampaikan Dafid Dzikrulloh tersebut banyak yang dibenarkan sejumlah pihak, bahkan sebelum itu sudah dipraktekkan diantaranya yang sudah dilakukan oleh Sri Untari anggota DPRD Jatim dari PDIP (Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, red.) yang juga telah empat kali menjabat Ketua Koperasi Setia Budi Wanita (Kopwan SBW) Malang. Juga telah dilakukan oleh Sudirman Agus pimpinan Koperasi Syari’ah Rizky Amanah Jaya (Kopsyar RAJa, red.) Siman-Kepung-Kediri.
Dalam sejumlah kesempatan Sri Untari yang lebih fokus pada koperasi wanita meskipun bukan lantas tidak peduli pada yang lain itu, sering menstimulasikan Jaring Aspirasi Masyarakat yang dimilikinya untuk disalurkan kepada masyarakat bukan sebagai ikan namun sebagai kail. Hal tersebut dengan harapan dana bisa diputar untuk mendapat keuntungan bagi kepentingan masyarakat, disisi lain dengan masyarakat gabung pada koperasi maka juga mendapat manfaat pendidikan koperasi.
*HINGGA KEKURANGAN DANA DI KOPSYAR RIZKY AMANAH JAYA UNTUK PINJAMAN MASYARAKAT*
Hal yang kurang-lebih sama dengan yang dilakukan oleh Sri Untari (Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, red.) juga dilakukan Sudirman Agus Koperasi Syari’ah Rizky Amanah Jaya (Kopsyar RAJa, red.) meskipun dengan skala yang lebih kecil yang diantaranya dilakukan via Kopsyar RAJa dan juga pada koperasi-koperasi lain dimana Sudirman Agus menjadi semacam konsultan yang profesional berbayar meskipun tak jarang tak pasang tarif demi kemajuan koperasi.
Sudirman Agus pun via ‘koperasinya’ bahkan tiap tahun, lebih-lebih menjelang Ramadhan dan selama Ramadhan hingga Idul Fitri serta pasca itu, sering kali kekurangan dana karena saking banyaknya masyarakat yang butuh dana. Langgan peminjam masyarakat yang punya komitmen tinggi untuk perputaran pengembalian dengan sistem bagi hasil. “Kami tidak tega banyak sekali masyarakat yang butuh pinjam dana, namun kami kehabisan dana karena skala kami memang belum terlalu besar. Disisi lain kami tahu bahwa mereka masyarakat yang komitmen pengembalian dana dengan sistem bagi hasil,” ungkap Sudirman Agus yang juga konsultan untuk koperasi syari’ah maupun non syari’ah untuk wilayah Jatim-Bali-Jateng dan sekitar.
*FUADI HARTONO PENGACARA TOP JABODETABEK YANG PEDULI KOPERASI*
Kepedulian pada koperasi juga dilakukan salah satu tokoh pengacara top di kawasan Jabodetabek, Fuadi Hartono SH MBA yang berbendera Bima, Hartono And Partners Consellours Of Law. Fuadi Hartono yang alumni Amerika Serikat ini peduli koperasi secara praktek maupun ‘teori’. Secara praktek pernah menangani koperasi yang cukup besar meskipun kemudian penanganan selanjutnya diserahkan ke pihak lain. Bahkan Fuadi juga sempat ‘investasi’ besar-besaran dalam koperasi. Disisi lain secara teori, Fuadi Hartono sangat memahami dunia koperasi.
Dalam perspektifnya koperasi yang penuh gotong royong itu jika konsisten dikerjakan maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa dan ditakuti pihak asing. “Koperasi jika bisa dijalankan dengan komitmen gotong royong di Indonesia, maka akan menjadikan ekonomi rakyat Indonesia kuat dan ditakuti pihak asing,” ungkap Fuadi Hartono yang memiliki cukup banyak anak angkat dan ingin mendirikan pondok pesantren di Jombang-Jatim.
*PEDULI KOPERASI, MENTERI KOPERASI PUSPAYOGA DAN GUBERNUR JATIM MINTA LEBIH FOKUS PEMBENAHAN KOPERASI*
Kepedulian pada koperasi memang wajar saja jika dari ke tahun, dari periode satu ke periode lainnya, juga dilakukan oleh pemerintah karena memang menjadi salah satu bagian amanat UUD 1945. Kepedulian yang lebih pun ditunjukkan Menteri Koperasi Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, juga Gubernur Jatim Soekarwo yang sama-sama berharap agar pembenahan koperasi dan UMKM dilakukan secara terus-menerus. Bahkan dalam sejumlah kesempatan Siekarwo menunjukkan kontribusi koperasi di Jatim yang mencapai sekitar Rp.1.020 Triliun atau sebesat 54,98 persen dari PDRB Jatim.
Pada waktu berbeda Menteri Koperasi Ngurah Puspayoga juga menyampaikan komitmennya untuk lebih memperhatikan koperasi dan UMKM termasuk dengan membuat program untuk koperasi dan UMKM yang belum terjaring oleh Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Dengan program tersebut, koperasi dan UMKM bisa diberikan pinjaman maksimal Rp.10 juta.
*SISWAHYU DAN AMKI: PERLU PEMANDUAN ARAH KOPERASI SECARA LEBIH SERIUS OLEH PEMERINTAH*
Sumber lain dari Asosiasi Manejer Koperasi Indonesia (AMKI) Jawa Timur yang enggan disebut namanya, menilai bahwa penting agar pemerintah pusat maupun daerah lebih serius memperhatikan koperasi. Dalam arti bukan sekadar membuat program, namun perlu dikawal lebih jauh oleh kalangan pemerintah yang memahami persoalan tersebut atau bahkan melibatkan kalangan profesional dari luar pemerintah.
Hal kurang lebih sama disampaikan Siswahyu Forum Peduli Jatim (FPJ) yang juga penulis buku biografi RH Hassan Wirjokoesoemo (almarhum) tokoh koperasi Jatim yang beberapa kali menjadi Ketua Dekopinwil Jatim (setelah itu dijabat oleh Mardjito GA dari Puskud Jatim, red.) dan pernah menjabat Kepala Biro Perekonomian Jatim pada saat M.Noer menjabat Gubernur Jatim. “Efektivitas pemerintah mengawal program soal koperasi sangat perlu ditingkatkan, termasuk mungkin melibatkan tenaga profesional yang komitmen dari luar pemerintahan. Agar program tidak asal-asalan,” ungka Siswahyu penulis buku biografi Mardjito GA (Ketua Puskud Jatim serta pernah jadi anggota DPD RI dan Komisaris Bank Bukopin, red.) yang juga pernah mendapat beasiswa Community Development Asian Social Institute/ASI di Manila Filipina ini. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926.







