
JOMBANG,Sekilasmedia.com Kemarin lusa, 25 November 2021 baru saja dirayakan HUT Hari Guru Nasional ke-76, lalu kemarin (Jumat 26 November 2021) berita duka menyelimuti dunia pendidikan di Kecamatan Kesamben khususnya, dan Kabupaten Jombang umumnya. Telah wafat salah satu guru senior SMPN 1 Kesamben, Sistri Hariyatini S.Pd (kelahiran 8 Maret 1962, red ), yang juga mantan Kepala Sekolah, yang harusnya pernah menjadi pengawas sekolah se-Kabupaten Jombang (Jawa Timur, pada era Bupati Jombang Suyanto & Bupati Jombang Nyono Suherli) namun tidak mau menjadi pengawas se-Kabupaten Jombang karena tidak bisa ‘sepeda-motoran’ dan juga tidak bisa nyetir mobil. Sehingga hanya ingin mengabdi di SMPN 1 Kesamben yang dari rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter.
Berita duka tersebut serasa tiba-tiba saja terjadi sebagaimana disampaikan oleh Pak Polo setempat (Nurkasan) yang juga suami almarhumah Sistri Hariyatini. Menurut Nurkasan, kejadiannya hari Jumat pagi (26/11/2021) saat almarhumah Istighotsah di SMPN tempat beliau mengajar. Selesai istighotsah, tubuh almarhumah seperti bersandar lemah, yang kemudian diketahui yang bersangkutan tidak sadarkan diri. Kemudian oleh pihak keluarga diputuskan dibawa ke Rumah Sakit Gatoel Mojokerto, akan tetapi Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak lain.
Siswahyu Kurniawan penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto yang juga adik almarhumah dengan selisih usia enam (6) tahun juga menyebutkan berita tersebut sangat mengejutkan. Hal tersebut terjadi, lantas saat Siswahyu Kurniawan di SMAN 1 Kota Mojokerto, berita duka tersebut juga disampaikan kepada R. Imam Wahjudi kasek SMAN 1 Kota Mojokerto.
“Padahal saat HUT Hari Guru Nasional ke-76 pada tanggal 25 November 2021 hari kemarin, melalui Grup WA kami sampaikan ucapan Selamat HUT Hari Guru, dan beliau merespon,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga penulis buku Asmuni – Srimulat, serta buku biografi Mardjito GA Ketua Puskud Jatim yang pernah jadi anggota DPD RI dan Komisaris Bank Bukopin yang juga akrab dengan Nurdin Halid.
Ucapan turut berbelasungkawa pun disampaikan bergantian oleh ratusan atau bahkan seribu (1.000) lebih orang merespon berita duka tersebut. Diantaranya dari para kolega guru dari berbagai daerah, dari perangkat desa beserta jajaran di desa-desa di Kecamatan Kesamben. Banyak juga pihak yang mengirimkan ucapan belasungkawa melalui karangan bunga diantaranya Rae Energy Batam (Kepulauan Riau), PT DSM Indonesia CV Maximindo Supply dan lainnya.
Juga dari berbagai kalangan tokoh yang merespon berita duka itu dengan ucapan turut berbelasungkawa, diantaranya dari H. Dukha anggota DPRD Kabupaten Jombang, dari da’i kondang Mbah Bolong (KH Nur Hadi) Watugaluh Jombang yang rumahnya tidak jauh dari rumah Nyono Suherli (mantan Bupati Jombang) dan Gus Hinan / Miftahul Hinan (Panti Asuhan Al Hasan) yang juga tokoh Jatim / nasional untuk Forum Komunikasi Panti Penerima Bantuan Yayasan Dharmais (FKPPBD).
“Sae niku (baik itu, red.) Husnul Khatimah, (wafatnya) Jumat,” ucap KH Nur Hadi Mbah Bolong salah satu dai kondang Jawa Timur kepada Siswahyu Kurniawan, memberi doa untuk almarhumah Sistri Hariyatini yang meninggalkan tiga anak: Adam Harika (Adam); Sansika (Ika) dan Dinda.
Hal yang kurang lebih sama disampaikan H. Dukha anggota DPRD Jombang yang dikenal suka keliling seluruh wilayah Kabupaten Jombang hingga pelosok-pelosok. Bersama ‘gabungan’ H. Dukha dkk dengan sejumlah anggota DPRD yang lain dari berbagai partai politik (parpol) diantaranya H. Dukha, Suwanto (DPRD dari Nasdem), Miftahul Huda (Fraksi PKB), Hj Mahmuda ketua PUAN Jombang, Gus Sentot Syarif Hidayatullah (Fraksi Demokrat), Rochmad Abidin (PKS), Sugioto (Demokrat) dan lain-lain.
“Kami turut berbelasungkawa atas wafat almarhumah Ibu Sistri Hariyatini,” ungkap H. Dukha kepada Siswahyu Kurniawan. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).





