Daerah

Bagus Yudhi, Pendiri Magang Automation Sebagai Solusi Pencetak Wirausaha Online dan Digital Marketer

×

Bagus Yudhi, Pendiri Magang Automation Sebagai Solusi Pencetak Wirausaha Online dan Digital Marketer

Sebarkan artikel ini

Jakarta,Sekilasmedia.com-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan mayoritas pengangguran di Indonesia berasal dari kelompok lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penduduk dengan jenjang pendidikan akhir SMK yang menganggur mencapai 11,13% pada Agustus 2021.

Sebagian besar dari lulusan SMK ingin langsung bekerja, tetapi tidak terserap di dunia usaha. Itu disebabkan oleh meningkatnya lulusan SMK yang tidak diimbangi oleh kesempatan kerja.Untuk itu, para pelajar SMK perlu mendapatkan tambahan pelatihan kecakapan softskill seperti leadership, komunikasi, dan kreativitas. Selain itu, lulusan SMK didorong agar memiliki jiwa wirausaha sehingga tidak hanya mencari pekerjaan tetapi justru dapat menciptakan lapangan kerja baru di lingkungannya.

Selain lulusan SMK, jenjang pendidikan dengan TPT tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 9,09%. Dikuti jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 6,45%, universitas 5,98%, diploma 5,87%, serta jenjang Pendidikan Sekolah Dasar ke bawah sebesar 3,61%.

Magang Automation adalah system magang yang sudah dikembangkan 2 tahun terakhir yang mana mampu merubah model magang terdahulu yang usang dimana harus mengikuti jam kerja 8 jam, bikin kopi, disuruh beli rokok bahkan hanya tugas buka pintu kantor oleh siswa magang.

BACA JUGA :  Peduli Lingkungan, Personel Koramil 0821/07 Randuagung Bersama Warga Bersihkan Sungai.

Magang Automation FULL online dimana siswa dibuka minsetnya didunia online khusunya digital marketing.Bagus Yudhi sebagai founder kampung marketplace, Kampung trader dan kini semua system dihimpun dalam aplikasi software www.bagusyudhi.com sebagai penyedia 2700++ jasa digital sudah melayani puluhan corporate dan ribuan member UMKM dalam berjualan secara online melalui 30++ Tools marketing .

Ratusan Siswa sudah mengikuti program Magang dan merasakan manfaat dari magang automation.Pengajaran yang simpel dilengkapi tools marketing yang joss lagsung target langsung jualan langsung profit.Sehingga banyak alumni magang yang siap membuka usaha dari skill ilmu yang kami berikan demikian tools marketing yang bisa dipakai buat meningkatkan penjualan.Tidak sedikit alumni sebelum lulus sudah diangkat menjadi pegawai/karyawan.

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengelaurkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2020 Tentang Praktik Kerja Lapangan Bagi Peserta Didik. PKL merupakan program pembelajaran Inti kejuruan bagi peserta didik SMK, PKL harus dilakukan melalui tahapan Perencanaan, Pelaksanaan, Penilaian dan Monitering dan Evaluasi.

BACA JUGA :  Dandim 0808/Blitar Dampingi Pangdam V/Brawijaya Tanam Bibit Jagung Di Wilayah Kabupaten Blitar

Evaluasi pelaksanaan sistem pemagangan di SMK harus dilakukan dan keharusannya saat ini jika pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah :
Menyediakan pelatihan terkait technical knowledge dan practical skills untuk bekal siap kerja.
Link and Match kebutuhan dunia industri dan dunia kerja (IDUKA)
Menentukan target dan metode pelaksanaan magang harus diperjelas dan melalui pelatihan yang memberikan pengalaman ketrampilan khusus kepada peserta mengenai dunia kerja yang nyata (transferable skills).

Menentukan kualifikasi peserta magang, syarat terukur harus merupakan siswa terbaik dengan kriteria sikap, keterampilan dan pengetahuan.
Melakukan Penjaminan Mutu (Quality Insurance) Program Magang (apprenticeship)
Sertifikasi Program Magang (apprenticeship).
Semoga kualitas pendidikan vokasi di Indonesia pun dapat terus ditingkatkan demi terciptanya lingkungan kolaboratif dan kondusif yang mampu meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja.

Alhasil semoga evaluasi terus bisa dilakukan agar bisa dimanfaatkan dan disinergikan dengan visi pendidikan vokasi Indonesia 2030, yaitu Terwujudnya Pendidikan Kejuruan Indonesia yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan dan diakui dunia usaha dan dunia industri serta menguasai keterampilan abad 21 yang relevan (Kemendikbud dan GIZ SED-TVET, 2016).