
MOJOKERTO, Sekilasmedia.com – Berdasarkan hasil rapat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Timur yang dipimpin ketum Hanura Jatim Kelana Aprilianto dan dihadiri ketum Bappilu DPP Hanura, Berny Tamara, yang baru lalu di Hotel Mercure Mirama Surabaya diantaranya ada gambaran kesepakatan mengenai saksi bahwa beaya saksi sebagian besar ada kecenderungan untuk ditanggug para caleg (DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, red.) dengan cara ‘urunan’ secara bersama-sama termasuk di Jatim meskipun masih ada upaya agar mayoritas pendanaan disupport sentral partai.
*GARDI GAZARIN PUN GERAK LEBIH CEPAT KUMPULKAN SAKSI YANG JUGA JARINGAN KONSTITUEN*
Dalam rapat tersebut juga ada gambaran mengenai proses rekrutmen saksi yang harus segera dilakukan, sebab pada sekitar tanggal 5 Maret 2019 data calon saksi akan dimasukkan ke lembaga Pemilu yang berwenang untuk diproses agar kemudian bisa secara formal dikeluarkan identitas untuk para saksi yang resmi meskipun di luar saksi resmi masih bisa ada saksi ‘independen’ di luar TPS. Saksi resmi mewakili partai secara keseluruhan di sekitar proses coblosan, sedangkan saksi ‘independen’ hanya bisa memantau dari ring lokasi coblosan.
Untuk menindak-lanjuti gambaran yang didapat dari DPD Hanura Jatim, para caleg pun serentak bergerak diantaranya dalam rangka mencari saksi, tak terkecuali Gardi Gazarin SH caleg nomer 3 Hanura untuk DPR RI Dapil Jatim 8 yang meliputi Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun. Meskipun telah ‘bergerilya’ sejak sekitar Agustus 2018 namun Gardi Gazarin tak henti-henti melakukan pemantapan. “Yang kami pikirkan adalah ikhtiar semaksimal mungkin untuk kebesaran Hanura, dengan cara politik yang tidak neko-neko meskipun tentu ada saja pihak yang kurang berkenan, misal upaya sabotase,” ungkap Gardi Gazarin yang dari dulu kala dikenal suka berbagi meskipun tidak sebagai caleg, saat kumpulkan calon saksi dan konstituen Hanura se-Mojokerto yang membeludak memberi dukungan kepadanya, pada hari Selasa (12/1/2019) di Mojokerto.
*DIHADIRI SERATUSAN LEBIH CALON SAKSI YANG MEMBELUDAK MELEBIHI TARGET*
Kepada seratusan lebih para calon saksi se-Mojokerto, yang sengaja dibatasi jumlah yang hadir meskipun tetap membeludak melebihi target, Gardi Gazarin menekankan pentingnya peran saksi meskipun dalam kenyataan ada saja caleg yang tidak terlalu ‘fanatik’ soal saksi namun bisa menghasilkan suara signifikan dan gol menjadi anggota legislatif. “Ada anggota legislatif yang terpilih pada Pemilu 2014, meskipun tidak terlalu membeayai saksi. Apalagi pada waktu itu janji sejumlah pihak untuk urunan ikut membeayai saksi ternyata tidak komitmen,” ungkap Gardi Gazarin tanpa menyebut identitas sejumlah anggota legislatif yang terpilih itu.
Gardi Gazarin mengungkapkan contoh tersebut untuk menunjukkan tak jarang yang bisa terpilih menjadi anggota legislatif meskipun tidak terlalu memperhatikan saksi. Namun Gardi Gazarin juga menegaskan dirinya berusaha tidak meniru langkah tersebut, diantaranya karena benar-benar ingin ikut membesarkan sehingga selayaknya tak direcoki. “Untuk apa saya bersusah payah membentuk saksi di Dapil Jatim 8 yang meliputi Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun, jika tidak ada keinginan membesarkan Hanura? Juga ngemong pengurus-pengurus kecamatan dan struktur lain dibawahnya,” ungkap Gardi Gazarin.
*R.TRI HARSONO: SAAT INI SANGAT JARANG KALANGAN POLITIK YANG SANTUN SEPERTI GARDI GAZARIN*
Pada bagian terpisah R.Tri Harsono Forum Peduli Indonesia Sejahtera (FPI-S) melihat saat ini sangat jarang kalangan partai politik yang melakukan proses pencalegan dengan cara-cara yang santun seperti Gardi Gazarin yang juga selalu berusaha taat aturan, bahkan taat pada ‘instruksi’ partai.
Namun menurutnya Gardi Gazarin yang baru pertama kali ini menjadi caleg (untuk Pemilu 17 April 2019, red.) juga harus waspada mengingat wilayah sangat luas yang harus digarap di Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun. Apalagi menuju Pemilu 2019 ada indikasi-indikasi politik curang dan ‘kanibal’ yang itu bisa bersumber dari internal ataupun eksternal. “Saya sedih merasakan indikasi-indikasi politik yang tidak bermartabat,” tandas R.Tri Harsono.(Siswahyu).





