Reporter: tim
Editor: Siswahyu
YOGYAKARTA (sekilasmedia.com) Tokoh-tokoh yang bergerak bersama rakyat, kian lama kian banyak yang mrnyadari dan kian terbuka mengungkapkan situasi-kondisi bangsa dan negara Indonesia yang wilayahnya kian banyak dikuasai asing dan aseng yang juga terus berupaya siasati mengubah aturan demi aturan agar mereka bisa berbuat lebih leluasa sesuai hegemoni mereka. Mengubah aturan-aturan tersebut, termasuk Undang-Undang beserta turunannya, diantaranya dengan lobi-lobi kepada eksekutif dan legislatif. Sehingga jika eksekutif dan legislatif kian mudah dilobi, misal dengan upeti, maka bisa dinilai sebenarnya seberapa rasa nasionalis mereka? Apakah sesuai dengan yang digembar-gemborkan pada masa-masa kampanye dulu?
*R.TRI HARSONO: PRESIDEN DAN LEGISLATIF 2019 HARUS YANG ANTI UPETI ASING DAN ASENG*
Hal tersebut diungkapkan sejumlah pihak termasuk rakyat kecil yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia-Sejahtera, diantaranya R.Tri Harsono yang berharap ada perubahan di Indonesia 2019.
“Kalau bisa harusnya Presiden 2019 adalah yang punya rasa nasionalis yang riil, begitupun harusnya mayoritas anggota DPR RI adalah harus mayoritas yang lebih baik dan lebih punya rasa nasionalis,” ungkap R.Tri Harsono yang juga menegaskan bahwa harus dicari Presiden dan Legislatif yang lebih anti upeti asing dan aseng yang ingin menguasai Indonesia secara menyeluruh.
*LANDREFORM ADALAH KEMBALIKAN TANAH PADA RAKYAT, BUKAN PENYERAHAN SERTIFIKAT YANG SEOLAH LANDREFORM*
Untuk itu R.Tri Harsono berharap ada Capres-Cawapres yang nasionalisnya lebih riil dan bukan pencitraan. Misal soal penyerahan sertifikat tanah pada rakyat yang dikesankan seolah-olah seperti bagi-bagi tanah. Padahal bukan. Harusnya bukan pencitraan seperti itu tapi dengan cara LANDREFORM dimana pihak-pihak besar, terutama konglemerat, yang menguasai tanah secara berlebihan besar-besaran dan mungkin nabrak aturan maka lahannya harus dikembalikan pada rakyat.
Tanah dikembalikan pada rakyat? “Iya, tanah dikembalikan pada rakyat. Soal teknisnya perlu dibicarakan yang lebih detil. Karena saat ini kian banyak rakyat yang ingin mengambil hal tersebut secara frontal, belum lagi kalau tersulut misalnya,” tambah R.Tri Harsono.
*SOAL CAPRES-CAWAPRES HARAPAN PADA GATOT-YUSRIL/MUHAIMIN DAN PRABOWO ZULKIFLI/PUAN*
Untuk itu menurut R.Tri Harsono untuk tahun 2019 perlu Presiden yang lebih tegas bijaksana dan riil pro rakyat, begitu pula untuk kalangan legislatif di DPR RI. R.Tri Harsono pun mengungkapkan feelingnya bahwa dalam Pemilihan Presiden 2019, Joko Widodo akan bergandengan dengan Moeldoko yang memungkinkan berkurangnya partai koalisi Jokowi. Apalagi juga menunggu hasil Pilkada serentak 177 daerah pada 27 Juni 2018, sementara pendaftaran Capres-Cawapres pada 4-10 Agustus 2018.
Untuk Capres-Cawapres lain menurutnya banyak yang berharap pada Gatot Nurmantyo-Yusril/Muhaimin dan Prabowo Subianto-Zulkifli/Puan namun jaringan Gatot dan Prabowo terkoneksi mengantisipasi Pilpres dua putaran.
*PRA KONGRES BOEMIPOETRA NUSANTARA INDONESIA BAGIAN BARAT*
Dengan format pemikiran semacam itu, R.Tri Harsono menyambut dengan baik ketika mendengar akan ada agenda Pra Kongres Sesi 2 Boemipietra Nusantara Indonesia Bagian Barat yang akan dilaksanakan pada hari Senin 23 April 2018 di Hotel Santika Premier Jalan Jenderal Sudirman Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta.
Menurut R.Tri Harsono jika terwujud kongres Boemipoetra Nusantara dan tidak disusupi oleh pemecah-belah, maka kongres tersebut akan bisa menjadi momentum titik balik perjuangan tokoh-tokoh yang peduli bersama rakyat yang merindukan perubahan dengan murah sandang-pangan-papan dan nuansa kehidupan yang nyaman dan damai.
*KONGRES BOEMIPOETRA DIHADIRI YUSRIL-DJOKO SANTOSO-RATNA SARUMPAET-ICHSANUDDIN NOORSY DLL*
Agenda besar menuju kongres Boemipoetra Nusantara tersebut atas inisiasi banyak tokoh besar nasional seperti Muhardi Zainuddin atau Pak Ekki; Dr.M.S.Kaban M.Si; Lina Yanti, S.IP; Dr.M.Dahrin La Ode, M.Si dkk. Agenda besar untuk mengembalikan kesadaran para elite penguasa atas arti penting boemipoetra sebagai pemilik sah bangsa dan negara ini.
Agenda besar tersebut juga melibatkan Jenderal TNI (purn.) Djoko Santoso; Prof.Dr.Maswadi Rauf; Prof.Dr.Yusril Ihza Mahendra; Marzuki Alie, SE, MM, PhD; Dr.Ichsanuddin Noorsy; Prof.Dr.Sobar Sutisna; Prof.Dr.Koeslan dll. Namun hingga tulisan ini dibuat, komunikasi dengan Muhardi Zainuddin selaku panitia agenda tersebut belum mendapatkan jawaban. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926.



