Daerah

Bupati Magetan Berangkatkan 173 Calon Jamaah Haji Tahun 1443 H

×

Bupati Magetan Berangkatkan 173 Calon Jamaah Haji Tahun 1443 H

Sebarkan artikel ini

 

Magetan,sekilasmedia.com- Setelah mengalami penundaan akibat pandemi Covid 19, pemerintah Indonesia mengumumkan akan memberangkatkan calon jemaah haji dengan kuota 100.051 pada musim haji tahun 1443 H/2022 M, untuk Kabupaten Magetan mendapatkan kuota 173 jamaah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Magetan Muttaqin MAg, saat pemberangkatan calon jamaah haji di Pendopo Surya Graha kabupaten Magetan, Senin (06/06/2022).

Muttaqin menyebutkan jumlah calon jamaah haji yang akan diberangkatkan tersebut sesuai aturan Pemerintah Pusat yang disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi.

“Karena masih adanya pembatasan oleh Arab Saudi, jumlah jamaah asal kabupaten Magetan yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 173 calon jamaah haji, hal ini menyesuaikan syarat Pemerintah Arab Saudi terkait batas usia jamaah, yakni di bawah 65 tahun.

BACA JUGA :  Menuju Swasti Saba Wistara, FKMS Sinergikan Program Kerja Dengan Perangkat Daerah

“Jadi yang menentukan bukan Pemerintah Pusat, bukan Kemenag, tapi dari Pemerintah Arab Saudi, maka kami hanya menyesuaikan,” ucapnya

Muttaqin menambahkan, untuk kabupaten Magetan memberangkatkan calon jamaah haji dengan usia termuda 21 tahun dan tertua 57 tahun.

Muttaqin juga berpesan pada jamaah untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap prokes, serta untuk menggunakan kesempatan dalam menjalankan ibadah haji dengan khusyuk, kami juga berharap para jamaah untuk mendoakan kabupaten Magetan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Magetan Suprawoto mengatakan keberangkatan haji kali ini istimewa dan uniq Diman calon jamaah haji di batasi usia maksimal 65 tahun.

BACA JUGA :  Pelepasan Paskibraka Purwakarta 2025, Momentum Kebanggaan dan Inspirasi Generasi Muda

Suprawoto menambahkan, dirinya beserta jajaran Forkopimda ikut mendoakan jemaah haji agar senantiasa diberi kesehatan ketika melaksanakan ibadah di tanah suci.

“Yang terpenting adalah diberi sehat, karena ibadah haji tidak hanya ritualnya saja tetapi juga ibadah fisik. Oleh karena itu membutuhkan fisik yang kuat. InsyaAllah, jika mampu menjaga fisik dan kesehatan, mampu menjalankan rukun, wajib, dan sunah-sunah haji dengan sempurna tanpa terlewat,” pesan Suprawoto

Selain menjaga kesehatan, Suprawoto juga menuturkan agar selalu saling membantu, saling mengingatkan antar jamaah, Suprawoto juga berpesan kepada pendamping tetap untuk membimbing para jamaah dan tetap satu komando, walaupun covid-19 sudah landai jamaah untuk tetap perhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya (Ryn)