
Mojokerto,Sekilasmedia.com-Setelah dua tahun lebih dunia hiburan tidak bisa tampil secara bebas, kini tepatnya dibulan Juni 2022 izin hiburan sudah secara resmi dibuka kembali.
Dengan dibukanya ijin secara resmi ini, DPC- PAMMI ( Dewan Pimpinan Cabang- Persatuan Artis Melayu Dangdut Indonesia) mengelar Hiburan musik dangdut dibarengi dengan kegiatan baksos yakni bagi- bagi santunan kepada puluhan anak yatim, Minggu, ( 12 Juni 2022) dihalaman Pasar Tani Banjaragung, Puri, Mojokerto.
Hadir dalam kesempatan ini Ketua DPC- PAMMI Kabupaten Mojokerto Nyoto Wibowo,S.Pd, bersama Wakilnya Suyanto Fery, SH., Sekretaris PAMMI Kabupaten Mojokerto Rinda Lana Nustiyah,S.Sos, SH, bersama Wakilnya Muh Bahroni, M.Pd, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, Dewan Pembina Rindawati, D.Kep juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Camat Puri, Nalurita Priswiandini, Kapolsek Puri AKP Srimulyani, Danramil Puri Pgs. Danramil 0815/04 Puri Letda Inf Didik Satrio Wibowo, serta seluruh pengurus dan anggota PAMMI Se Kabupaten Mojokerto.
Ketua PAMMI Kabupaten Mojokerto Nyoto Wibowo mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan kegiatan perdana, selama lebih dari dua tahun dunia hiburan telah terbelenggu dengan adanya Pandemi Covid-19.

Dibulan Juni ini momen yang tepat untuk menggebyar pentas seni dangdut yang dibarengi dengan pembinaan dan bagi- bagi santunan pada anak yatim, pasalnya urusan perijinan sudah dibuka secara resmi, namun protokol kesehatan tetap wajib dilakukan,” ungkap Wibowo.
Seperti diketahui, lanjutnya, momen kali ini juga ada pembinaan dari dewan penasehat yakni dari unsur Forpimda kebetulan yang hadir Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra yang akrab disapa Gus Barra.
” Selain pembinaan dan siltaruhmi kegiatan kali ini juga digebyar pentas musik dangdut dengan menghadirkan penyanyi kondang Gery Mahesa, Riza KDI, dan Tika Kirana peserta kontestan Rizing Star perwakilan dari PAMMI Kabupaten Mojokerto,” tandasnya.
Ditempat yang sama Gus Barra mengatakan, musik adalah seni kehidupan, dengan musik hidup kita lebih berwarna, dan sesuai lagu mars PAMMI yang menyebut bermain musik yang ber- Etika, “ kalau adakan event event di tengah masyarakat, harus beradab, ber-Etika, tata krama, sopan santun, agar musik dangdut yang ditampilkan bisa memberi nuansa keindahan, bagi PAMMI sendiri dan Masyarakat Mojokerto,”terang Gus Barra.
” Musik dangdut itu termasuk budaya asli Indonesia yang harus kita rawat, kita jaga dan kita lestarikan. “ UNESCO sudah mengakui dan menetapkan musik dangdut merupakan budaya asli orang Indonesia,” jelasnya
Wabup yang juga Ketua GP.Anshor Kabupaten Mojokerto ini mengungkapkan, meski sekarang penyelenggaraan event event sudah diperbolehkan, tetapi sekarang ini penanggalan Jawa disebut bulan Sello, ( Sesel sesele olo) artinya sepi orang hajatan, sepi orang mengundang hiburan musik, jadi sabar, menunggu bulan yang lain ada 11 bulan, “ bulan selo ( penanggalan jawa) ini bukan hanya group musik yang sepi job / undangan, para muballigh atau penceramah juga sepi undangan hajatan,” ucap Gus Barra sambil bercanda.( Wo).






