Daerah

Lomba Masak Dari Olahan Telur Untuk Tingkatkan Potensi Blitar

×

Lomba Masak Dari Olahan Telur Untuk Tingkatkan Potensi Blitar

Sebarkan artikel ini

Blitar, Sekilasmedia.com-Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blitar menyelenggarakan lomba memasak olahan telur dengan memperebutkan piala Wakil Bupati Blitar. Kegiatan ini diselenggarakan di Pendopo Sasana Adi Praja di Kanigoro. Sabtu (18/6/2022)

Wakil Bupati Blitar menyampaikan tujuannya diadakan lomba olahan telur ini untuk membangkitkan potensi telur yang ada di kabupaten blitar. Karena saat kondisi pandemi harga telur sempat anjlok, sehingga menyebabkan beberapa peternak gulung tikar.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Kab. Blitar Sidak Gedung Rawat Inap

“Pemerintah berkomitmen bersama para peternak untuk mengkampanyekan makan telur sehari dua kali dan membuat inovasi makanan dari olahan telur agar telur mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan bisa mensejahterakan para peternak rakyat, ” ucap Wabup.

Sementara Ketua Panitia Yesi Yuniastuti mengatakan bersyukur atas diselenggarakannya lomba memasak olahan telur ini karena berjalan sukses.

“Dengan diadakannya lomba memasak Olahan telur ini, budaya makan telur sehari dua butir ini, menjadi budaya masyarakat dan semakin luas dan memasak telur tidak hanya direbus atau digoreng saja tetapi bisa diolah dengan macam macam olahan”, kata Yesi.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Kab. Blitar Akan Sidak Proyek Jembatan Subali Blitar, Sekilasmedia.com Proyek Jembatan Subali yang berada di Kecamatan Sutojayan masih belum berwujud. Padahal proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut harus selesai pada akhir bulan Desember 2023 ini. Hingga saat ini progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Sutojayan dan Kelurahan Kedungbunder Kec. Sutojayan tersebut masih mencapai 25 persen saja. Sejauh ini yang sudah terbangun adalah abutmen atau substruktur yang berada di ujung bentang jembatan sisi barat. Dengan progres yang begitu lelet, warga sekitar lokasi pun khawatir jembatan ini tidak akan selesai pada akhir tahun ini. Menanggapi keluhan tersebut DPRD Kabupaten Blitar pun akan melakukan sidak pembangunan jembatan Subali tersebut. “Emang terkesan lelet ya, kami akan sidak ya beberapa pekan ke depan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto (Sugik), Jumat (01/12/23). Warga khawatir proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan selesai tepat waktu. Kekhawatiran warga tersebut didasarkan didasarkan kondisi saat ini yang telah memasuki hujan, dimana sungai Ludo Agung biasanya akan meluap ketika hujan terus turun. Jika banjir terjadi warga khawatir pondasi bangunan jembatan akan terbawa arus sungai. Sehingga jembatan yang memakan APBD senilai Rp 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan rampung. Pembangunan jembatan ini memang mengalami sejumlah kendala, mulai dari material hingga pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Subali ini ternyata belum selesai. Total ada 19 warga yang akan terdampak pembangunan jembatan Subali. Tanah dari warga tersebut baru akan dibebaskan atau diberikan ganti rugi dengan akta notaris pada pekan depan. “Memang ada kendala pembebasan lahan di sekitar lokasi dan warga terdampak tapi PUPR tetap optimis katanya bisa rampung dalam pekan depan,” tegas Sugik. (adv/ddg)

Lomba memasak dengan olahan telur ini diikuti oleh 62 group dari berbagai organisasi wanita di Blitar dan juga ada peserta dari Tulungagung dan Kota Blitar.

Hadir pada acara ini Wakil Bupati Blitar H. Rahmat Santoso, SH,. MH, Wakapolres Blitar Kompol Wiji Rahayu, SH, Asisten I, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Blitar dan pengurus Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera. ddg