Daerah

Masalah Pengangguran sampai Air PDAM Mampet, Jadi Serapan Aspirasi Di Reses Hj. Lilik Hidayati

×

Masalah Pengangguran sampai Air PDAM Mampet, Jadi Serapan Aspirasi Di Reses Hj. Lilik Hidayati

Sebarkan artikel ini
Hj.Lilik Hidayati saat menyampaikan sambutan di acara reses anggota DPRD Gresik di Kawisanyar

Gresik, Sekilasmedia.com – Pada kegiatan reses kali ini, beberapa aspirasi yang disampaikan masyarakat Kebomas dan Gresik yang kepada anggota DPRD Gresik Hj. Lilik Hidayati berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar kseperti pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, PDAM dan tenaga kerja lokal.

Kegiatan reses pada masa persidangan ke II DPRD Kabupaten Gresik dalam penyerapan aspirasi masyarakat yang berlangsung di kediaman Hj. Lilik Hidayati Kelurahan Kawisanyar Kebomas pada Senin (27/6/2022), berjalan dengan gayeng.

Menurut legislator asal Kawisanyar ini, berbagai permasalahan yang ada di masyarakat menjadi perhatian serius kami selaku wakil rakyat di dewan. Semua aspirasi warga bisa disampaikan melalui kami, dan kemudian ditindaklanjuti dengan menggandeng dinas terkait agar ada jalan keluarnya.

” Seperti contoh isu penting saat ini, dengan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Gresik yang menjadi PR pemerintah daerah untuk membuka seluasnya penyerapan tenaga kerja lokal di perusahaan-perusahaan. Kemudian pengentasan kemiskinan juga tinggi akibat dampak pendemi, perbaikan layanan pelanggan Perumda Giri Tirta, Bansos, keluhan di dunia pendidikan sampai kesehatan,” paparnya.

BACA JUGA :  HUT Polri ke-76 Tahun 2022, Polres Lumajang Gelar Kejuaraan Bulutangkis

Pada kesempatan ini, Hj. Lilik Hidayati menerima berbagai pertanyaan terkait berbagai masalah yang dihadapi warga . Ada ibu Fatin (48) asal Lumpur menanyakan tentang urgensi pengumpulan data KTP bagi anak yang masih menganggur, kemudian keluhan jalan di depan terminal religi Malik Ibrahim setiap jam 10 malam di jadikan ajabg balap liar oleh anak muda dan terakhir sering mampetnya air PDAM di rumah warga.

Hj. Lilik langsung menanggapi pertanyaan Ibu Fatih, seperti pengumpulan data e-KTP bagi anak muda yang masih menganggur, dan menyampaikan dimana ini merupakan kebijakan pemerintah daerah untuk mendata jumlah pengangguran riel dan mengutamakan tenaga kerja lokal Gresik yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gresik.

BACA JUGA :  Jumat Berkah, Polisi di Gresik Wakafkan Al-Qur'an ke Mushola

Kemudian keluhan warga terkait maraknya balap liar pada malam hari di depan terminal Malik Ibrahim, akan berkoordinasi dengan Polres Gresik agar di tindak tegas.

Sementara keluhan mampetnya air PDAM di rumah pelanggan warga Lumpur, kembali akan berkoordinasi dengan Direksi Perumda Giri Tirta karena mitra kami di Komisi II, sehingga segera tertangani dan airnya mengucur kembali, ungkap Lilik.

Lalu Ibu Dewi dari kelurahan Indro menanyakan bahwa kampung Indro merupakan ring 1 kawasan berbagai macam pabrik tetapi kenapa tenaga kerjanya banyak dari luar kota.

” Sedangkan warga Indro yang ring satu tapi warganya sulit bekerja di pabrik tersebut bahkan ada isu jika ingin bekerja harus membayar Rp. 3 jt, akan kita tidak lanjuti dengan dinas tenaga kerja Gresik, nantinya warga ring 1 satu harus diprioritaskan, ” tuturnya. (rud)