Daerah

Sambung Roso Sambung Tresno, tema gelaran Bantengan Nuswantara ke 14

×

Sambung Roso Sambung Tresno, tema gelaran Bantengan Nuswantara ke 14

Sebarkan artikel ini

 

peserta gelaran Bantengan Nuswantara ke 14 saat dilaksanakan di Kota Batu.

Batu,sekilasmedia.com-Kota Batu gelar karnaval seni budaya tradisi 1.000 bantengan dalam peringatan 14 tahun Bantengan Nuswantara. Atraksi karnaval yang laksanakan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman hari Minggu (7/8) pagi hingga sore hari.

Fasilitator dan manajemen kegiatan tahun ini oleh Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) dan melibatkan banyak unsur lembaga masyarakat maupun komunitas. Tema “Sambung Roso Sambung Tresno”, artinya hajatan tersebut digelar oleh semua elemen masyarakat Batu yang peduli pada pemajuan kebudayaan, bersinergi dengan unsur pemerintahan, TNI dan Polri untuk masyarakat Nusantara.

Seperti halnya yang disampaikan oleh anggota Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB), Muhammad Anwar, bahwa karnaval ini memang menjadi obat kerinduan para pecinta seni bantengan setelah puasa pertunjukan hampir selama dua tahun.

BACA JUGA :  Hindari Terlibat Pengaruh Narkoba, Polres Pasuruan Gelar Tes Urine Berkala Rutin Kepada Anggota Polri

”Tentu saja ini semacam menjadi obat kerinduan masyarakat setelah dua tahun pandemi kami gak bisa berkarya. Semoga, pelestarian seni budaya tradisi ini tetap dapat bertahan selamanya,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bantengan Nuswantara, Agus Suryanto mengatakan bahwa
Kegiatan Kerja Bersama lintas komunitas Kota Batu dan Malang Raya untuk Indonesia/Nusantara, digelar dari tahun-tahun sebelumnya.

“Namun karena kegiatan besar tingkat kota yang digelar pasca pandemi, terakhir karnaval bantengan digelar tahun 2018 lalu. Dalam kegiatan ini diikuti oleh 50 grup bantengan dari Malang Raya dengan masing-masing grup terdiri dari 30 orang sehingga total 1500 peserta” terang Agus.

Selain seniman bantengan Malang Raya, Pada kegiatan tersebut juga dihadiri peserta penari dan musisi dari beberapa daerah serta luar negeri dengan menampilkan performance art. Peserta dari luar negeri meliputi Malaysia, Australia, Jepang dan China. Sedangkan dari luar daerah ada dari Indramayu, Tuban hingga Jakarta.

BACA JUGA :  Barata Ngabuburit E-Sport Championship 2026 Lahirkan Atlet Masa Depan Gresik

Seperti halnya peserta kirab dari Paguyuban Seni Bela Diri Pencak Silat Banteng Kembar Made asal Pacet, Mojokerto. Total dalam kirab itu, kelompok tersebut membawa 93 anggotanya untuk beratraksi di sana.

Salah satu anggotan Paguyuban Seni Bela Diri Pencak Silat Banteng Kembar Made, Doni mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan diri dengan latihan sejak dua bulan yang lalu.

”Kami sangat antusias sekali begitu ada diundang kirab ini. Kami memang berkomitmen untuk melestarikan kesenian ini sejak 1962 silam kami berdiri,” ujar Doni.

Doni mengungkapkan sebelum pandemi Covid-19, setiap tahun paguyubannya sudah sering mengikuti kegiatan bantengan di Kota Batu.

“Kalau di Mojokerto sendiri setelah pandemi (Covid-19) untuk acara-acara kesenian sudah diperbolehkan,” tuasnya. (BAS)