Gresik, Sekilasmedia.com – Program prioritas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik pada tahun 2023 salah satunya adalah pembangunan TPST Belahanrejo dan TPST di Pulau Bawean. Diketahui, untuk anggaran pembangunan TPST Belahanrejo dari APBD Gresik tahun 2023 sebesar Rp. 6,9 M.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah bahwa keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) sangat prioritas dan menjadi tugas kami dalam penanganan masalah persampahan di Kabupaten Gresik, sesuai program Nawa Karsa Pemerintahan Gus Yani dan Bu Min.
” Dengan adanya TPST yang baru, selain TPA Ngipik, akan membantu mengurangi volume sampah di Kabupaten Gresik. Untuk Gresik Selatan akan dikover oleh TPST Belahanrejo, wilayah kota dengan TPA Telaga Ngipik. Sementara untuk wilayah utara, penetuan lokasi TPST masih dalam pembahasan dan untuk wilayah Bawean, TPST sudah fix tinggal pembangunannya tahun ini, ujar Sri Subaidah pada Rabu (15/3/2023).
Ditambahkannya, selain adanya TPST nantinya tiap desa wajib membuat TPS, dimana sampahnya dipilah dulu di TPS sebelum dikirim ke TPST, mana sampah kering dan mana sampah basah. Jadi memudahkan pengelolaannya.
Disamping itu, DLH juga punya program stop penggunaan kantong plastik saat berbelanja, sebagai upaya kampanye mengurangi sampah plastik. Dimana agar program ini berjalan, kami sudah berkoordinasi dengan Diperindagkop UMKM Gresik, toko modern dan pasar modern, agar tidak menyediakan kantong plastik untuk konsumen yang belanja, tandasnya.
Untuk pemenuhan sarana dan prasarana, DLH Gresik tahun 2023 ini rencananya akan mendapat bantuan 4 unit kendaraan truk sampah dan beberapa kontainer sampah. Sehingga kedepan diharapkan pengangkutan sampah dari TPS ke TPST akan lebih mudah dan cepat.
” Keberadaan Truk sampah sangat prioritas untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPST. Saat ini terdapat 49 unit kontainer yang rusak parah karena korosi, dan biaya untuk repair juga mahal dengan waktu pengerjaan tuntas per kontainer sekitar 20 hari. Maka rencana bantuan kontainer baru, sangat membantu kami kedepannya dalam penanganan sampah,” tuturnya.
Sri Subaidah juga menghimbau peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam penanggulangan masalah sampah di Kabupaten Gresik, dalam mewujudkan zero waste. Bahu membahu memerangi sampah plastik, budayakan tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. (rud)





