Daerah

Anggota DPRD Gresik Dukung DP3AK Jatim dan Dinas KBPPPA Beri Pelatihan Kewirausahaan Pada Perempuan Korban KDRT

×

Anggota DPRD Gresik Dukung DP3AK Jatim dan Dinas KBPPPA Beri Pelatihan Kewirausahaan Pada Perempuan Korban KDRT

Sebarkan artikel ini
Kapolres Denpasar rilist kasus pencurian barang barang milik keluarga pasien di RSUP Prof Ngoerah

Gresik, Sekilasmedia.com – Anggota DPRD Gresik Wongso Negoro dukung kegiatan kewirausahaan dan sosialisasi pengembangan kegiatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas keluarga bagi Perempuan korban kekerasan yang diinisiasi oleh Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Propinsi Jatim pada Senin (13/11/2023), bertempat di balai Desa Pengalangan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Gresik Wongso Negoro yang hadir pada acara tersebut, menyatakan mendukung program kewirausahaan kepada perempuan korban kekerasan agar dapat membantu peningkatan kesejahteraan keluarga maupun untuk dirinya sendiri.

” Saya sangat mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh DP3AK propinsi Jawa Timur dan Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik dalam mensejahteraan para perempuan korban kekerasan maupun keluarganya, dengan menjadikan mereka berdaya,” tandasnya.

BACA JUGA :  Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto PROMOSIKAN MAJAFEST 2022, PEMKAB MOJOKERTO GANDENG INFLUENCER MOJOKERTO RAYA Informasi

Sementara itu, Sekdin DINAS Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Propinsi Jatim dra Diana Rimayanti, M.Si terkait kebijakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi, mengatakan bahwa agar kaum perempuan berdaya. Salah satunya dengan melakukan pelatihan dan peserta paling banyak dari kalangan ekonomi bawah.

” Mereka kami latih membuat kue, kedepan agar bisa menjualnya untuk menambah penghasilan keluarganya. Selanjutnya kita serahkan ke dinas perindustrian dan perdagangan untuk pengembangan selanjutnya,” ucapnya.

dra Diana juga menyebutkan istilah kekerasan disini yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan ekonomi dan kekerasan seksual. Khusus untuk kekerasan ekonomi yaitu perempuan tersebut tidak mendapatkan nafkah/finansial dari suaminya. Sehingga kegiatan ini diharapkan kedepan perempuan dapat meningkatkan penghasilannya untuk keluarganya.

Sementara, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik dr Titik Ernawati, MH kepada awak media mengungkapkan dalam sesi ini kami menyampaikan kewirausahaan sebagai strategi dan upaya peningkatan kesejahteraan bagi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga tersebut.

BACA JUGA :  DPC PDI Perjuangan Kota Malang Gelar Bedah Dapil Dalam Rumuskan Strategi Pemenangan Pemilu

” Kami menyoroti terkait pengarusutamaan gender dimana peran perempuan sama dengan kaum laki-laki dalam lapangan pekerjaan serta mengembangkan diri untuk menciptakan usaha sendiri agar kesejahteraannya meningkat secara mandiri,” terangnya.

Jadi, imbuhnya supaya kaum perempuan korban kekerasan ini bisa mandiri dan move on untuk melangkah maju serta optimis menatap masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan lain, perempuan-perempuan korban kekerasaan se Kecamatan Menganti mendapat pelatihan membuat nugget ekonomis dan brownid lumer dari instruktur Pemberdayaan Perempuan Ceha Al- Marzuqi (P3CHM) Gresik.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota DPRD Gresik asal Fraksi Partai Golkar Wongso Negoro, SE, SH, M.Si, Sekdin DP3AK Propinsi Jatim dra Diana Rimayanti, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungab Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik dr Titik Ernawati, MH, Kepala Desa Pengalangan Ahyar Abdul Mutholib, Kelompok Bunda Puspa, Skoper dan perempuan-perempuan korban kekerasaan se Kecamatan Menganti. (rud)