Mojokerto,sekilasmedia.com-Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini S.H dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Malang mengadakan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan mengambil tema ‘Cegah dan Waspadai Penyakit Tidak Menular’ yang bertempat di R.M Arimbi Mojogeneng, Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (12/1/24) siang.
Dalam sambutannya M. Yahya Zaini menjelaskan, jika tentang kesehatan bagi yang punya kartu Kartu Indonesia Sehat (KIS) maka akan mendapatkan penanganan secara gratis, artinya tidak membayar sepeserpun karena di bantu pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
”Kalau sudah punya KIS ibarat kita sedia payung sebelum hujan. Karena untuk berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit, tidak di pungut biaya alias gratis,” jelasnya.
Dan jika berobat harus sampai sembuh. Tapi kenyataan di
lapangan sudah 3 hari sudah di suruh pulang. Hal ini selalu menjadi permasalahan kami untuk menyelesaikan ini. Permasalahan ini sudah saya sampaikan ke BPJS Kesehatan agar di koordinasikan dengan Puskesmas dan Rumah Sakit. Jangan setiap orang sakit sudah 3 hari di suruh pulang sembuh atau tidak sembuh.
”Padahal BPJS Kesehatan itu membiayai 144 macam penyakit. Dan konsekuensinya kalau berobat harus sampai sembuh. Bagi mereka yang tidak punya kartu KIS itu harus membayar sebesar Rp. 42.000,00 untuk kelas 3, kelas 2 Rp. 100.000,00 dan untuk kelas 1 Rp. 120.000,00,” tegasnya.
”Perlu diketahui biaya yang di keluarkan BPJS Kesehatan untuk membiayai penyakit tidak menular sebesar 20 Triliun setiap tahun, 25% dari biaya yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan, artinya semakin banyak orang yang terkena penyakit tidak menular. Sebab penyakit tidak menular dikarenakan pola hidup yang salah, termasuk pola makan.” imbuhnya.
Dan untuk mencegah penyakit tidak menular, Kementrian Kesehatan melakukan ‘Gerakan CERDIK’ Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola Stres. Jadi minimal 3 bulan sekali cek kesehatan ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Karen penyakit tidak menular ini perlu di waspadai karena kasusnya semakin lama semakin banyak. (Clara)






