Daerah

Pemkab Mojokerto Melalui Dinkes Terus Gulirkan Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Kumitir

×

Pemkab Mojokerto Melalui Dinkes Terus Gulirkan Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Kumitir

Sebarkan artikel ini

Mojokerto,Sekilasmedia.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Kesehatan terus gulirkan Program Selasa Sehat Turunkan Stunting (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI) kali ini digelar di pendopo Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/1/24) pagi.

Dalam kegiatan SEHATI dan SEJOLI ini turut hadir Kepala Dinas Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kabid Kesmas Ninik, Kepala Puskesmas Jatirejo dr. Irsyad Herminofa, Perwakilan DP2KBP2, Camat Jatirejo Harfendy Setiyapraja, Kepala Desa Kumitir Mokhamad Khoirun dan Forkopimca Jatirejo.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, M.Si memberikan edukasi dan sosialisasi kepada kader posyandu, ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak balita terkait upaya penurunan stunting AKB dan AKI sejak dini.

“Kita terus mengupayakan tidak ada lagi stunting di Indonesia. Agar di tahun 2045 saat menuju Indonesia emas, kita memiliki generasi cerdas yang siap bersaing kedepannya,” harapnya.

Bupati Ikfina menjelaskan, bahwa balita yang stunting akan berdampak pada tingkat kecerdasannya saat dewasa. Sehingga pada usia balita saat masa pembentukan otak, Ia menekankan jangan sampai kekurangan gizi agar tidak beresiko stunting.

BACA JUGA :  Kota Mojokerto Jadi Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB ke-12 Tahun 2025

“Balita tidak boleh stunting, tidak boleh kekurangan gizi supaya proses pembentukan otaknya sempurna. Balita yang stunting tingkat kecerdasannya 20% dibawah standar. Agar tidak stunting, setiap makan harus ada zat pembangun seperti telur, daging, ayam, ikan dan susu,” pesan Bupati.

Bupati Ikfina menambahkan, untuk kesehatan lansia harus aktif bergerak dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Lansia yang sehat cukup di cek tiga bulan sekali dan satu bulan sekali bagi lansia yang sakit.

“Untuk kecukupan gizi patokannya adalah isi piringku terdiri dari nasi sepertiga piring, sepertiganya sayur tanpa kuah, sisanya sepertiga dibagi 2 yaitu lauk dan sisanya buah. Itu 3 kali makan ya, dan untuk ibu hamil bisa menambah 1 porsi lagi dengan patokan yang sama,” imbuhnya.

Terkait permohonan BK Desa di Desa Kumitir, insya Allah ada BK Desa untuk perbaikan Kantor Desa Kumitir di tahun 2025. Jadi di tahun 2025 kita mempunyai program percepatan desa dan percepatan lapangan kerja di Kabupaten Mojokerto.

BACA JUGA :  HUT RI ke-80 di Kemenag Purwakarta, Hanif Hanafi Tekankan Semangat Kebersamaan dan Pelayanan

Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Kumitir Mokhamad Khoirun mengucapkan banyak terimakasih kegiatan SEHATI dan SEJOLI telah diadakan di Balai Desa Kumitir. Semoga masyarakat Desa Kumitir bebas stunting dan lansianya bisa mandiri.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Ikfina yang telah memberikan Bantuan Keuangan (BK) Desa P-APBD 2023 senilai Rp 400 juta.

“BK tersebut kami gunakan untuk pembangunan infrastruktur area situs Kumitir menuju candi-candi di Desa Temon,” ucapnya.

Mokhamad Khoirun berharap Kantor Desa Kumitir yang dibangun sejak 1976 bisa mendapatkan BK Desa P-APBD 2024 untuk memperbaiki Kantor Desa Kumitir.

“Mohon kepeduliannya Ibu Bupati Mojokerto, semoga tahun ini bisa diakomodir. Selain itu jalan di Desa Kumitir ini paling terjelek di Kabupaten Mojokerto padahal di Desa Kumitir sering ada tamu tingkat nasional. Semoga hal ini juga bisa menjadi perhatian Ibu Bupati Mojokerto,” harap Kepala Desa Kumitir.

Dalam kesempatan ini, Kepala Puskesmas Jatirejo dr. Irsyad Herminofa di hadapan awak media menjelaskan, bahwa di wilayah kerjanya khususnya di Desa Kumitir tidak ada yang terkena stunting. (Clara)