Daerah

Bupati Mojokerto Terus Gencarkan Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Claket

×

Bupati Mojokerto Terus Gencarkan Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Claket

Sebarkan artikel ini

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Kesehatan terus gencarkan program ‘Selasa Sehat Turunkan Stunting (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI)’ kali ini digelar di rest area Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, yang diikuti oleh ibu hamil, balita dan lansia se-Desa Claket, Selasa (27/224) pagi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Claket Umbar Mulyadi menyampaikan, banyak terimakasih atas kehadiran Bupati Mojokerto dan seluruh undangan yang telah hadir dalam acara SEHATI dan SEJOLI pagi ini.

“Acara pagi ini awalnya ditaruh di kantor desa, dikarenakan antusias warga yang begitu besar sehingga kantor desa tidak mencukupi maka kita pindahkan di rest area Desa Claket,” bebernya.

Lebih lanjut lagi, Umbar berharap kepada Ibu Bupati Mojokerto memberikan bantuan PAK untuk melanjutkan pembangunan kantor desa dikarenakan kantor pelayanan desa sudah jelek.

BACA JUGA :  Bupati Ikfina Apresiasi Sedekah Bumi Desa Kembangbelor yang Dikemas "Festival Paras Beswara

Bupati Ikfina juga menyerahkan alat antropometri kepada Kepala Desa Claket yang turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kepala Dinas P2KBP2 Sugeng Nuryadi, Kepala Puskesmas Pacet Budi Hariyanto, Kepala Puskesmas Pandan Rany Juliastuti, Camat Pacet Aprianto, Kepala Desa Claket Umbar Mulyadi dan Forkopimca Pacet.

Bupati Ikfina menjelaskan, bahwa bangsa Indonesia telah menghadapi masalah yang besar yaitu terkait dengan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang disebut dengan stunting. Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting maka kecerdasannya 20 persen dibawah rata-rata.

Selain itu, untuk mendapatkan pertumbuhan balita yang maksimal dan memenuhi gizi terhadap balita, Bupati Ikfina menegaskan agar para orang tua dapat memberikan makanan zat pembangun seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu.

“Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia dibawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan 5 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bersama Menko AHY Gubernur Sumsel Dan Wali Kota Palembang Desak Percepatan Revitalisasi Rusun 24-26 Ilir Palembang

Bupati Ikfina juga mengungkapkan, bahwa ibu hamil harus terpenuhi gizinya agar calon bayi yang ada didalam kandungan dapat terpenuhi gizinya pula. Ia juga menambahkan, dalam mengukur ibu hamil yang tercukupi gizinya, bisa dengan cara mengukur lingkar lengannya yang tidak boleh kurang dari 23,5 cm.

“Stunting juga harus dicegah sejak dini dan ibu hamil tidak boleh KEK (Kekurangan Energi Kronis) agar tidak melahirkan bayi resiko stunting. Para orang tua juga harus memperhatikan tumbuh kembang anak, agar kedepannya para balita menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter,” pungkasnya. (Clara)