Daerah

Tak Mampu Beroprasi, TPST Tahura Ngurah Rai Ditutup

×

Tak Mampu Beroprasi, TPST Tahura Ngurah Rai Ditutup

Sebarkan artikel ini

Denpasar,Sekilasmedia.com –Harapan besar Kota Denpasar dalam penanganan sampah lewat Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) akhirnya pupus. Sebab 1 dari 3 TPST yang ada, yakni TPST Tahura Ngurah Rai, ditutup.

Pasalnya, pihak pengelola PT Bali Citra Metro Plasma Power (BCMPP) hingga saat ini masih belum mampu mengelola sampah sebagaimana dalam perjanjian.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengaku, telah dipanggil pemerintah pusat terkait penutupan TPST Tahura Ngurah Rai tersebut.

BACA JUGA :  Bupati Mojokerto Lepas Keberangkatan CJH Kloter 29 Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH). Hari ini, Bupati Mojokerto melepas keberangkatan CJH kelompok terbang (kloter) 29 di Halaman Kantor Bupati Mojokerto, Kamis (23/6) petang. Dalam kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberangkatkan CJH kloter 29 sejumlah 128 orang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko melepas keberangkatan CJH yang kedua kalinya. CJH asal Kabupaten Mojokerto kloter 29 ini dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada pukul 20.00 WIB. Dan akan terbang ke tanah suci pada Jumat (24/6) pukul 19.05 WIB. Bupati Ikfina mengimbau, agar jemaah selalu menjaga kesehatan. Mengingat pelaksanaan haji saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Bupati Ikfina saat naik di salah satu bus rombongan CJH. “Saya ucapkan selamat jalan, semoga semua diberi kelancaran, semua sehat, semua diberi kesabaran. Saya tunggu kedatangannya nanti dalam kondisi semuanya haji yang mabrur. Sekali lagi saya ucapkan selamat jalan, dinikmati ibadahnya, semoga semuanya lancar barokah,” ungkapnya. Pada keberangkatan sebelumnya, Bupati Ikfina berpesan, agar jemaah selalu menjaga kesehatan. Mengingat pelaksanaan haji saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. "Selama nanti perjalanan maupun selama melaksanakan rangkaian ibadah haji, saya minta tolong, tetap menggunakan masker, karena selain Covid-19 masker ini dapat melindungi kita dari penularan berbagai virus penyakit yang lain yang kita tidak tahu bisa saja penyakit itu dibawa oleh para jemaah haji dari berbagai tempat dari seluruh penjuru dunia," ujarnya. Lebih lanjut, pihaknya juga mengingatkan kepada CJH asal Kabupaten Mojokerto ini, agar selalu membawa dan menggunakan hand sanitizer dalam pelaksanaan ibadah haji. "Yang kedua, saya minta tolong kemana-mana bawa hand sanitizer, jadi nanti kalian dimana pun sebelum kalian memegang area wajah, sebelum kalian wudhu, dan sebelum kalian membuka masker atau mengganti masker, minta tolong kalian pakai hand sanitizer", bebernya. Dalam melaksanakan ibadah haji, Ikfina juga berharap, para CJH dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk melaksanakan ibadah selengkap-lengkapnya. "Fokus ibadah, yang di rumah sudah ada yang menjaga, mudah-mudahan diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah dan saat nanti pulang dengan membawa barokah nikmat haji mabrur," pungkasnya.

“Terkait TPST kami sudah dipanggil kementerian. Dan yang di Tahura ditutup karena tidak mampu beroprasi,” ungkapnya.

Dan untuk dua TPST lainnya yakni TPST Kesiman Kertalangu dan Padangsambian Kaja apabila tidak maksimal juga akan ditutup sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karenanya, pihaknya bersama Pj Gubernur Bali akan fokus pada penggunaan insinerator.

“Insinerator ini adalah peluang untuk menyelesaikan masalah sampah di Kota Denpasar. Karena kalau masih RDF akan ada residu tinggi,” ucapnya.

Sebelumnya pemerintah pusat membangun 3 TPST di Kota Denpasar, yaitu Kesiman Kertalangu, Tahura Ngurah Rai dan Padangsambian Kaja. Yang mana ketiga TPST disebut mampu mengelola 1.020 ton sampah per hari.

BACA JUGA :  Peduli Korban Erupsi Semeru, Polwan RI Salurkan Bansos dan Gelar Trauma Healing

Namun sayang jumlah itu dinilai sudah di atas kapasitas produksi sampah warga Denpasar yang hanya mencapai 800-900 ton per hari. Dan target tersebut tidak pernah bisa terwujud hingga kini.

“Sesuai rencana TPST Kesiman dan TPST Tahura ditargetkan dapat mengolah sampah sebanyak 450 ton per hari. TPST Padangsambian bisa mengolah sampah 120 ton per hari,” tutupnya. SN.