Daerah

Penguatan Komitmen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian UNIBA dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat

×

Penguatan Komitmen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian UNIBA dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi,Sekilasmedia.com-Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Universitas PGRI Banyuwangi sebagai salah satu bentuk kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian masyarakat yang berjudul “Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Teknologi Huller-Pulper dan Pemanfaatan Kebun Kopi Sebagai Wisata Edukasi di Desa Bangunsari Kecamatan Songgon” disupport oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun 2024 dengan jumlah pendanaan sebesar Rp. 42,500,000.

Ketua tim pengabdian masyarakat Rosiana Ulfa, S.T.P.,M.P yang merupakan dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian mengatakan bahwa dosen harus berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat.(24/8)

BACA JUGA :  Forkopimda Dampingi Menko Marves dan Menkes Lakukan Pengecekan Penanganan Covid di Jatim

Tim pengabdian melaksanakan kegiatan pelatihan penggunaan teknologi huller-pulper, pelatihan manajemen usaha, dan pelatihan pemasaran produk. Hal ini didasarkan karena banyaknya produksi kopi dengan penanganan pasca panen yang masih tradisional sehingga perlu adanya teknologi pasca panen dalam pengolahan kopi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini yang dilaksanakan di Desa Bangunsari Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi yang melibatkan mitra kelompok tani yang bernama Subur Makmur. Kelompok tani ini diketuai oleh Mujiono. Mujiono mengatakan bahwa selama ini penunjang keberhasilan kelompok tani dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi dan manajerial dari kelompok tani itu sendiri. Masalah utama yaitu belum adanya teknologi untuk menunjang penanganan pasca panen, mitra juga mengalami kesulitan dalam menjual hasil panen kopinya. Hal ini mitra hanya fokus pada budidaya tanpa dukungan pengetahuan dan informasi yang cukup memadai terhadap masalah manajemen pemasaran. Dalam hal praktek, mitra walaupun telah memiliki banyak pengalaman dalam penanganan kopi untuk komoditas pertanian namun mitra tidak selalu dapat mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas seperti yang diharapkan.

BACA JUGA :  Pers Tour Hari Kedua, Kadis Kominfo Harap Kaloborasi Pentahelix Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Mujiono mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat membantu kelompok tani subur makmur dalam penanganan kopi pasca panen. Harapannya dengan adanya teknologi huller-pulper dapat meningkatkan efisiensi dalam pengolahan kopi.(Miska)