Mojokerto,Sekilasmedia.com-Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati M.Si, memberikan edukasi kepada lansia, Ibu hamil dan para ibu balita di kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) digelar di Balai Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa (3/9/24).
Acara turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kabid Yankes, Kepala Puskesmas Ngoro, Camat Ngoro, Kepala Desa Jasem dan Forkopimca Ngoro.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Jasem Moch Imam Chanafi menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan Ibu Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto yang berkenan hadir pada acara hari ini.
“Saat ini Tahun 2024 jumlah penduduk Desa Jasem sebanyak 2826 jiwa, jumlah ibu hamil 26 bumil, jumlah bumil resti 12 orang. Ibu hamil KEK 4 orang. Di Desa Jasem total jumlah balita keseluruhan 376 balita. Tahun 2024 jumlah balita stunting sebanyak 1 balita, gizi kurang 4 balita. Jumlah lansia Desa Jasem sebanyak 560 lansia, jumlah lansia aktif datang ke posyandu sebanyak 364 lansia,” ucap Imam.
Bupati Ikfina memastikan, ibu hamil tidak boleh kurang gizi yang bisa dilihat dengan cara ukur LILA tidak boleh kurang dari 23,5 cm, setelah melahirkan bayi wajib diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah 6 bulan diberikan PMT dengan gizi seimbang tinggi protein sebagai zat pembangun, setelah usia 1 tahun anak diberikan makan seperti porsi orang dewasa dengan menu gizi seimbang.
“Lansia harus mandiri dalam melakukan aktifitas, maka perlu diperiksa rutin kesehatannya yakni TD, GDA, Cholesterol, UA. Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, saya menyampaikan bahaya stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) hingga kesehatan lansia,” tegas Bupati.
“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20% dari standar. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” imbuh Bupati.
Selain itu, Bupati Ikfina juga menghimbau kepada para ibu balita dan kepada para lansia agar rutin ke posyandu, mengikuti senam lansia sebagai kegiatan rutin yg bisa meningkatkan daya tahan tubuh juga menghilangkan stres. Karena pada saat ini penyakit tertinggi adalah Hipertensi dan Diabetes Melitus, untuk itu dihimbau pada para lansia agar tetap memperhatikan pola makan sehat. (Clara)






