Malang, sekilasmedia.com – Rapat Kerja Khusus (Rakercabsus) digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Malang. Bertajuk “Konsolidasi Pemenangan Pilkada Serentak Tahun 2024″. Senin (23/9) malam.
Bertempat di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Rakercabsus yang diperluas dari jajaran tingkat cabang sampai ranting memiliki misi khusus memenangkan pasangan calon yang didukung PDIP untuk kontestasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang periode 2024-2029.
Dimana dalam pantauan awak media, terlihat sekitar 680 kader partai dari jajaran anggota cabang, anak cabang sampai ranting hadir memenuhi lokasi acara. Dimana kader berseragam serba merah tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.
Selain itu juga dihadiri, Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Malang yang diusung PDIP, yaitu Heri Cahyono (HC) – Ganisa Putri Rumpoko.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan bahwa dirinya meminta kepada seluruh pengurus struktural, DPC hingga ranting, dan anggota fraksi PDI Perjuangan untuk berjuang maksimal untuk memenangkan pasangan Sam HC-Ganis dalam Pilkada Kota Malang 2024.
“Saya yakin, kita mampu untuk meraih itu asal kita punya komitmen, punya tanggung jawab ini tugas kita, caranya bagaimana lakukan tupoksi kita distruktur,” jelas Made.
Selain itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang ini juga menyampaikan kepada seluruh peserta Rakercabsus yang hadir agar segera melakukan konsolidasi ditingkat anak ranting dan ranting untuk perekrutan saksi.
“Setelah ini kita akan konsolidasi di tingkat ranting, ranting wajib mengundang seluruh anak rantingnya, sekalian dievaluasi kalau memang tidak hadir tanpa alasan berarti anak ranting ini sudah tidak aktif akan kita evaluasi,” tegasnya.
Bahkan Made juga meminta agar para saksi yang direkrut dari golongan anak muda yang melek teknologi sehingga bisa mendapatkan data yang cepat di saat pemungutan suara selesai.
“Perekrutan saksi-saksi ini kita serahkan sepenuhnya pada PAC dan Ranting untuk menyeleksi, terutama yang melek teknologi dulu, yang muda-muda biar cepat laporannya,” terangnya.
Made juga mentargetkan dalam Pilkada Kota Malang bisa meraih minimal 230 ribu suara. Menurutnya dengan semangat bergotong royong hal tersebut dapat diraih.
“Kita punya tanggung jawab masing-masing, jalan masing-masing. Target kemenangan kita adalah 35 persen dari 3 calon, kalau kita mampu 30 persen artinya kita membutuhkan suara 230.000,” ungkapnya.
Menurutnya jika Kota Malang terdapat DPT ada 650 ribuan, maka dirinya yakin mampu untuk mencapai angka 90.000 suara melalui PDI Perjuangan. “Kita hanya butuh 230 berarti sisanya tinggal cari,” tukasnya.
Sementara itu, Calon Wali Kota Malang Heri Cahyono (HC) mengatakan bahwa Pilkada ini bukan tentang HC-Ganis saja, akan tetapi merupakan pertaruhan nasib Kota Malang kedepan.
“Ini soal kota Malang ya soal nasib generasi selanjutnya. Jadi Malang hari ini dan Malang yang akan datang. Nah ini yang harus dipahamkan ke mereka bahwa kami tidak terlalu penting, kami hanya terpilih untuk menjalankan amanat. Progam yang akan kita lakukan pendidikan dasar 9 tahun sampai SMA sampai Universitas gratis,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Ganis Rumpoko bahwa dirinya juga akan mengajak masyarakat Kota Malang untuk berkampanye dengan pendidikan politik yang sehat sehingga banyak dialog banyak diskusi, dengan dikemas dengan cara yang menarik.
“Saya pasti akan meningkatkan interaksi dengan banyak elemen masyarakat, terutama di kalangan genz dan milenial, lalu aktivasi di sosial media lebih maju lagi dan tentu saja akan banyak dialog-dialog terbuka di sosial media nanti,” kata Ganis. (BAS)






