Mojokerto,Sekilasmedia.com-Dalam rangka kegiatan ruwah dusun atau sedekah bumi, warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto menggelar kirab budaya keliling dengan tema ruwah dusun 2025 yaitu “Medali Spectacular Carnival” pada minggu( 23/2/25 ) siang hari dengan menghadirkan puluhan soundsystem atau salon Horeg serta berbagai bentuk model hiasan, acara tetap berlangsung meski diguyur hujan lebat.
Kirab budaya ini di ikuti oleh 29 peserta yang tergabung dari rt/rw, karang taruna yang masing” rt mengeluarkan 1 soundsystem horeg. bukan hanya soundsystem saja yang dihadirkan tetapi juga para penari atau dancer dari kalangan anak”, remaja, dewasa, bahkan ada kakek nenek dari masing” peserta yang berjoget ria mengikuti aliran musik DJ yang berdentum kencang, mereka mengenakan pakaian adat seperti adat bali, jawa dan kostum adat papua pun dikenakan mereka dan juga hiasan tubuh seperti sayap dll sebagai maskot. Dan juga berbagai macam bentuk hiasan seperti candi,gubuk kayu, replika naga dan lain sebagainya juga dihadirkan disini. Mereka sangat antusias meskipun hujan lebat mengguyur mereka.
“Meskipun hujan lebat tak jadi halangan bagi kamu untuk memeriahkan acara ini, karena ini cukup besar dan diadakan setiap setahun sekali, jadi tetap kita nikmati,” ujar salah satu peserta ketika diwawancarai.
Dalam acar tersebut 4 soundsystem terkemuka yang disewa oleh berapa rt untuk memeriahkan dan menjadi daya tarik penonton untuk berdatangan, seperti soundsystem brewok audio soundsystem asal blitar yang sudah terkenal dibeberapa wilayah, selanjutnya ada anting putri audio asal kediri, blizard asal malang, rwj musik asal kediri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut serta berbagai sound horeg lokal mojokerto juga memenuhi kawasan ini.
“Jadi untuk soundsystem itu kita sewa perRt, jadi setiap 1 minggu itu ada iuran buat acara ruwah desa, kebetulan tema sekarang adalah sound horeg jadi menabung untuk menyewa,” salah satu pemilik warung merupakan warga setempat.
Warga sangat antusias dalam menyaksikan acara ini meski diguyur hujan, bahkan mereka rela datang sebelum jam 11.00 wib demi mencari tempat yang strategis untuk menyaksikan kirab budaya ini, mereka mengaku walau pun hujan tidak masalah bagi kita asal kita bisa melihat sound horeg idola kita.
Seperti watikah wanita asal desa puri mengaku kalau dia sudah ada sejak sebelum dhuhur.
“Saya di lokasi ini sudah dari jam 11.00 tadi, karena lokasi ini yang paling strategis untuk menikmati kirab, bukan hanya itu yang menjadi faktor antusias saya karena ada soundsystem favorit saya yaitu brewok audio dan anting putri audio,” tandas watikah.
Acara kirab budaya ini digelar dari siang hingga malam hari, dan semua soundsystem atau peserta sudah mendapatkan nomer peserta masing, yang mana ke 4 sound istimewa tadi diletakkan urutan terakhir sebagai penutup dari krab budaya ini. Rute yang dilalui dimulai dari balai dusun klampisan sebagai lokasi start sampai lokasi titik finish di lapangan desa medali.
Memang sound horeg yang menjadi tema dari kirab budaya ini serta menjadi daya tarik pengunjung untuk berdatangan namun juga pada awal kirab ada sesuatu yang menarik yaitu tumpeng sepatu, desa medali memang dikenal sebagai sentral UMKM sepatu di wilayah mojokerto jadi tumpeng Meriahnya Kirab Budaya Ruwah Dusun 2025 di Medali, Meski Hujan Tak Surutkan Semangat Wargatu menjadi saksi bahwa kemajuan ekonomi masyarakat desa medali berasal dari industri sandal sepatu.
“Memang medali ini dikenal sebagai sentral dari umkm sandal dan sepatu, jadi dibuatkan lah tumpeng sepatu ini agar masyarakat desa lain bahwa penghasilan ekonomi dari desa ini berasal dari industri sandal sepatu dan juga sebagai bentuk rasa syukur kita kepada tuhan pencipta, dan untuk tumpeng sepatu ini memang sedari dulu sudah diadakan, ujar Miftahudin selaku kepala desa medali.
Medali spectacular carnival bukan hanya mengadakan kirab budaya saja, namun dihari sebelumnya telah melakukan 2 acara yaitu sowan leluhur desa medali pada(21/2), dan kemarin pada hari sabtu(22/2) diadakan medali street paradise bupati cup 1 yang diikuti oleh 56 peserta terdiri dari TK, SD,MI sekabupaten mojokerto dalam lomba drumband. Dan puncak dari acara ini adalah pada tanggal 24 februari 2025hari senin akan diadakan medali bersholawat.
Acara Medali Spectacular Carnival ini berhasil menciptakan kemeriahan yang luar biasa bagi warga Desa Medali dan sekitarnya. Meskipun hujan mengguyur, antusiasme peserta dan penonton tetap tinggi hingga akhir acara. Kehadiran berbagai soundsystem horeg, atraksi budaya, serta ikon khas desa seperti tumpeng sepatu semakin menegaskan identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan lokal mereka.
Kirab budaya ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan, gotong royong, serta pelestarian budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Puncak dari rangkaian Ruwah Dusun 2025 akan ditutup dengan Medali Bersholawat pada Senin, 24 Februari 2025, sebagai wujud rasa syukur dan doa bersama untuk keberkahan desa. Dengan suksesnya acara ini, diharapkan Medali Spectacular Carnival dapat terus menjadi tradisi tahunan yang lebih meriah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Penulis : Yusri
editor: Kaylla






