Budaya

Syukuran di Punden Wuliyo Jati: Arakan Tumpeng, Rebutan Polowijo, dan Makan Bersama

×

Syukuran di Punden Wuliyo Jati: Arakan Tumpeng, Rebutan Polowijo, dan Makan Bersama

Sebarkan artikel ini
Tradisi Budaya Leluhur, Ruwah Desa di punden Waliyo jati Trowulan . ( Foto: Yusril)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-I Warga Dusun Sidomulyo, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menggelar acara syukuran pada Minggu (16/2) pagi. Tradisi ini diawali dengan arak-arakan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu, yang membawa tumpeng dan hasil bumi (polowijo) menuju Punden Wuliyo Jati.

Prosesi syukuran ini berlangsung khidmat, dengan warga berjalan melewati lingkungan desa hingga menuruni jalan persawahan menuju punden. Tumpeng dan polowijo yang dibawa dalam iring-iringan melambangkan rasa syukur atas hasil panen dan keselamatan warga.

BACA JUGA :  Kirab Budaya Mojo Bangkit 2025 Gaungkan Semangat Sejarah dan Kebangkitan Mojokerto

Setibanya di punden, suasana semakin meriah dengan tradisi rebutan polowijo. Warga, terutama anak-anak, tampak antusias berebut hasil bumi yang dipercaya membawa berkah. Setelah itu, tumpeng yang telah dibawa diolah bersama untuk dimakan beramai-ramai, menambah suasana kebersamaan.

Menurut Kasiyan, salah satu warga setempat, tradisi syukuran ini diharapkan dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya dan mempererat kerukunan antarwarga. “Acara ini diusahakan tetap ada setiap tahun. Semoga generasi penerus bisa menjaga tradisi ini dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ribuan Pemudik Tumpah di Pelabuhan Gilimanuk, Didominasi Motor dan Mobil Pribadi Tinggalkan Bali

Senada dengan itu, sesepuh desa, Bapak Sabar, juga menyampaikan harapannya agar tradisi ini terus berjalan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. “Semoga perjuangan nenek moyang kita bisa terus berlanjut, dan acara ini semakin sukses ke depannya,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, tradisi syukuran di Dusun Sidomulyo diharapkan dapat terus lestari sebagai warisan budaya yang mengikat nilai kebersamaan dan keberkahan.

penulis: Yusril

editor: Kaylla