Malang, sekilasmedia.com – Halaman luar Stadion Kanjuruhan menjadi saksi kemeriahan Festival Seni Islami Tingkat SD dan SMP Kabupaten Malang 2025 yang digelar dengan penuh semangat. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaidah Sanusi, serta sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum istimewa dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an 1446 H. Dalam sambutannya, Bupati Malang menekankan pentingnya acara ini sebagai wadah apresiasi seni Islami sekaligus media pembelajaran bagi generasi muda.
“Marilah kita jadikan kegiatan ini sebagai sarana memperkenalkan kekayaan tradisi dan budaya Islam Nusantara kepada anak-anak kita. Dengan begitu, mereka akan semakin mencintai warisan budaya bangsa dan menjaganya di tengah arus modernisasi,” ujar Abah Sanusi.
Festival ini menampilkan berbagai seni Islami khas Nusantara, mulai dari kesenian Banjari oleh pelajar SD hingga tari Saman oleh pelajar SMP. Setiap tim menunjukkan kreativitasnya melalui kostum dan gerakan tari yang unik, menciptakan suasana yang penuh estetika dan makna religius.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dr. H. Suwadji, S.IP., M.Si., yang turut mendampingi Bupati Malang, menyampaikan bahwa festival ini menjadi wahana pembelajaran inspiratif bagi peserta didik.
“Melalui seni Islami, anak-anak tidak hanya belajar mengekspresikan kreativitas, tetapi juga semakin mencintai dan melestarikan budaya Islam serta mengimplementasikan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Festival ini menghadirkan enam tim terbaik dari jenjang SD dan SMP yang bersaing dalam dua kategori lomba. Berikut para pemenang festival:
Kategori SD:
Juara 1: SD Negeri 1 Pujon
Juara 2: SD Negeri 7 Kepanjen
Juara 3: SD Islam Dewi Masyitoh Gondanglegi
Kategori SMP:
Juara 1: SMP Negeri 1 Kepanjen
Juara 2: SMP Negeri 4 Kepanjen
Juara 3: SMP An-Nur Bululawang
Setelah pengumuman pemenang, Bupati Malang secara langsung menyerahkan hadiah kepada para juara sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam menampilkan seni Islami terbaik.
Festival ini tidak hanya melibatkan siswa dan guru, tetapi juga didukung oleh Forkopimda Kabupaten Malang, jajaran pejabat daerah, camat, kepala desa, serta komunitas seni dan budaya. Salah satu yang menarik perhatian adalah dukungan dari Komunitas Sound Horeg, yang menghadirkan unit terbaiknya secara gratis dan semakin menambah kemeriahan acara.
Selain pertunjukan seni, festival ini juga diisi dengan siraman rohani oleh KH. Ahmad Musayid, yang memberikan tausiyah penuh hikmah untuk menguatkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan suksesnya gelaran ini, diharapkan Festival Seni Islami Kabupaten Malang dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang. Tak hanya menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan budaya Nusantara.
“Kalian semua telah tampil luar biasa,” pungkas Dr. H. Suwadji, memberikan semangat kepada seluruh peserta.
Acara malam itu ditutup dengan penuh kegembiraan, diiringi harapan agar festival ini terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mencintai dan melestarikan seni Islami.
Penulis : S Basuki
Editor: Kaylla






