Purwakarta,Sekilasmedia.com — Proyek Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, yang dibangun dengan dana sebesar Rp 600 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2022, kini mangkrak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Bangunan TPS 3R yang berlokasi di Kampung Cikubang, Pasir Kuning RT 001 RW 001 tersebut kini terbengkalai. Tak hanya tidak digunakan, tiga unit mesin pencacah rumput yang seharusnya menjadi bagian vital dari operasional TPS juga dilaporkan hilang.
“Anggaran itu besar, tapi sampai sekarang bangunan tidak digunakan. Mesin pencacahnya juga hilang, dan tidak ada kabar soal pencarian atau tindak lanjutnya,” ujar seorang warga berinisial DD kepada Sekilasmedia. Ia menambahkan, warga kini kesulitan membuang sampah karena tidak ada fasilitas yang berfungsi.
Selain mesin pencacah, warga juga mempertanyakan keberadaan kendaraan pengangkut sampah jenis cator yang sedianya digunakan untuk mendukung operasional TPS tersebut.
Kepala Desa Pusakamulya, Nunung Rahayu, membenarkan bahwa TPS 3R tersebut memang belum beroperasi. Dalam keterangannya kepada Sekilasmedia, ia mengungkapkan bahwa bangunan itu baru selesai beberapa bulan lalu dan belum difungsikan karena keterbatasan sumber daya manusia.
“Betul, tiga mesin itu hilang dan kami sudah melaporkannya ke Polsek Kiarapedes dan Camat. Masalah lainnya adalah pegawai pengelola yang mundur karena honor yang tidak memadai,” ujar Nunung.
Ia menyebutkan, gaji yang rendah menjadi alasan utama tidak adanya tenaga kerja tetap yang bersedia mengelola TPS tersebut. “Wajar kalau mereka butuh gaji yang layak untuk menafkahi keluarga,” tambahnya.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai perencanaan, pengawasan, dan keberlanjutan proyek pemerintah di tingkat desa. Dengan anggaran yang cukup besar, warga berharap fasilitas TPS 3R bisa benar-benar berfungsi untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan mengatasi persoalan sampah.
Kini, harapan itu pupus sementara waktu, menyisakan bangunan kosong yang menjadi simbol kegagalan implementasi program yang seharusnya membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Penulis : Ade Irma
editor: kaylla





