Daerah

Dari Pasuruan ke Panggung Nasional: RSUD Grati Sabet Bintang 5 Dari Pelayanan Prima Menuju Pengakuan Nasional

×

Dari Pasuruan ke Panggung Nasional: RSUD Grati Sabet Bintang 5 Dari Pelayanan Prima Menuju Pengakuan Nasional

Sebarkan artikel ini
Keluarga besar RSUD grati bersama drg. Dyah foto bareng (foto.sail)

 

Pasuruan ,Sekilasmedia.com– RSUD Grati kembali menorehkan catatan emas dalam perjalanan pelayanannya kepada masyarakat. Di tengah gemerlap ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2025 yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Senin (28/4), rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan ini dinobatkan sebagai peraih TOP BUMD Awards 2025 BLUD RSUD Bintang 5 (⭐⭐⭐⭐⭐).

Capaian tersebut menandai loncatan signifikan dari tahun sebelumnya, ketika RSUD Grati menyabet predikat Bintang 4 (Sangat Baik). Kini, dengan gelar Bintang 5, RSUD Grati tak hanya naik kelas, tapi juga memantapkan posisinya sebagai simbol kemajuan layanan kesehatan publik berbasis inovasi dan manajemen unggul.

Tak hanya institusinya yang menuai pujian, sang nakhoda, drg. Dyah Retno Lestari, M.Kes, juga dianugerahi sebagai TOP CEO BUMD 2025—sebuah pengakuan atas kepemimpinan yang visioner, humanis, dan konsisten mendorong perubahan positif di lingkungan rumah sakit. Sementara itu, Bupati Pasuruan, H. M. Rusdi Sutejo, diganjar penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2025, mempertegas kuatnya dukungan dari pemerintah daerah dalam membangun layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

BACA JUGA :  Penjelasan Kadis Kesehatan Terkait Pemakaman Yang Dilakukan Sesuai Protokol Kesehatan di Menggala

“Alhamdulillah atas pencapaian ini. Semua berkat kerja cerdas dan kebersamaan keluarga besar RSUD Grati. Kami bersyukur atas arahan dan dukungan penuh Bapak Bupati. Insyaallah ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap drg. Dyah penuh rasa syukur usai menerima penghargaan.

Penghargaan ini bukan hasil instan. Dyah menjelaskan bahwa RSUD Grati melewati proses penilaian ketat—mulai dari presentasi kinerja hingga wawancara mendalam bersama tim juri nasional. Salah satu penilaian penting adalah penerapan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi dan deretan inovasi layanan yang langsung berdampak bagi pasien.

BACA JUGA :  Jenguk Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan di RS Saiful Anwar, Kapolda Jatim Ucapkan Permohonan Maaf Atas Tragedi Kanjuruhan*Kadiv Humas Polri bersama Kapolda Jawa Timur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Ketua PWNU dengan Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar meninjau Aremania yang sedang dirawat, pada Selasa (4/10/2022). Dalam kunjungannya rombongan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, dan Ketua PWNU KH Marzuqi Mustamar serta Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dr. Kohar melihat langsung bagaimana proses perawatan medis terhadap pasien-pasien yang saat ini masih dirawat, terkait dengan peristiwa di stadion Kanjuruhan. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga menyampaikan, dari jajaran Polda Jawa Timur bersama-sama dengan tim Mabes Polri melakukan upaya pengidentifikasian korban semaksimal mungkin untuk korban yang luka mendapatkan perawatan."Jadi ada 125 korban yang meninggal dunia dan ada korban yang dirawat di RS, Bapak Kapolri memberikan perhatian secara khusus kepada seluruh korban yang meninggal dunia maupun yang sedang dirawat dengan memberikan bantuan perawatan kepada setiap korban dan kami serahkan kepada keluarganya masing-masing," jelasnya Kapolda Jatim. Lebih lanjut Kapolda juga menyampaikan, pihaknya telah melakukan proses koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Malang, terkait dengan perbaikan sarana prasarana maupun kendaraan yang rusak. "Selanjutnya kami juga akan melakukan proses penegakan hukum kepada siapa saja yang bersalah setelah proses kemanusiaan ini selesai, apa lagi untuk anggota yang bersalah, kemarin sudah diumumkan Pak Kadiv Humas dan tentunya proses ini sedang berjalan," ujarnya Kapolda Jatim usai meninjau Aremania yang sedang di rawat. "Saya selaku Kapolda ikut prihatin dan turut menyesal sekaligus minta maaf di dalam proses pengamanan yang sedang berjalan ada kekurangan kedepan Kami akan mengevaluasi bersama-sama dengan panitia pelaksana, kemudian dengan Presiden Liga dan PSSI, sehingga harapannya pertandingan sepak bola kedepan, pertandingan sepak bola yang aman, nyaman dan bisa menggerakkan ekonomi," tandasnya Irjen Pol Nico Afinta. Selain itu, Kapolda Jatim memohon doa agar semua permasalahan ini bisa kita selesaikan bersama-sama, Kapolda mengatakan bahwa ini kota kita, ini tempat kita bersama, satu rumah ada permasalahan pihaknya yakin bisa diselesaikan oleh orang yang tinggal di rumah tersebut, kita semua bersaudara, langkah-langkah ini pasti membawa hal yang positif. "Terima kasih untuk seluruh dokter yang sudah bekerja, Terima kasih Pak Wagub mewakili Pemprov koordinasi yang sangat baik, Terima kasih untuk seluruh Aremania yang sudah bekerja sama, tolong jaga kota ini tolong jaga provinsi ini, ini milik kita," pungkasnya diharapkan Awak Media

“Kami hadir tidak hanya membawa data dan capaian, tapi juga membawa semangat transformasi. Inovasi yang kami lakukan bukan sekadar teknis, tapi berangkat dari keinginan tulus untuk memudahkan dan mendekatkan layanan kepada masyarakat,” tutur Dyah, yang juga menyandang predikat Tenaga Kesehatan Teladan Nasional 2024.

Dengan raihan Bintang 5, RSUD Grati membuktikan bahwa rumah sakit daerah pun mampu bersaing secara nasional jika dikelola dengan niat baik, komitmen kuat, dan semangat kolaboratif. Di tengah berbagai tantangan sektor kesehatan, RSUD Grati tampil sebagai oase—memberi harapan, menghadirkan pelayanan yang bermutu, dan menjadi inspirasi bagi lembaga layanan publik lainnya.