POLISIKU

Hangat dan Humanis! Polisi di Kota Malang Bagi Gorengan & Bersih-Bersih Usai Aksi Mayday

×

Hangat dan Humanis! Polisi di Kota Malang Bagi Gorengan & Bersih-Bersih Usai Aksi Mayday

Sebarkan artikel ini
Polisi Kota Malang saat membagikan gorengan dalam aksi Mayday di depan Kantor DPRD Kota Malang (foto S Basuki).

Malang, sekilasmedia.com – Suasana peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2025 di Kota Malang kali ini terasa berbeda. Bukan hanya karena aksinya yang berjalan damai, tapi juga karena momen kebersamaan unik yang viral di media sosial: polisi bagi-bagi gorengan dan ikut bersih-bersih usai demo!

Dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional” dan slogan “Mayday is Kolaborasi Day”, ratusan buruh dan pekerja turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka, Selasa (1/5). Uniknya, aksi ini justru diwarnai dengan atmosfer penuh kedamaian dan gotong royong.

Sekitar 800 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Damkar, tenaga medis, hingga relawan diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi. Tapi bukan sekadar berjaga, para petugas ini juga ikut mencairkan suasana dengan cara yang tak biasa—membagikan gorengan dan air mineral kepada peserta aksi.

BACA JUGA :  Puluhan Personil Lakukan Apel Kesiapan Operasi Antik 2019

“Momen Mayday ini kami jadikan sebagai hari kolaborasi, bukan hanya hari unjuk rasa. Kami ingin menunjukkan bahwa aparat juga hadir untuk merawat dan menjaga, bukan sekadar mengamankan,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si.

Aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang diwarnai dengan senyum, sapaan hangat, dan semangat kebersamaan. Beberapa peserta tampak terkejut saat disodori gorengan hangat oleh polisi, sementara yang lain memanfaatkan momen untuk berswafoto bersama petugas.

Usai aksi selesai dan massa membubarkan diri, pemandangan unik lainnya terjadi: para petugas, termasuk Wakapolresta AKBP Oscar Syamsuddin, kompak memunguti sampah dan menyapu area sekitar lokasi aksi. Semua dilakukan dengan sigap dan tanpa banyak basa-basi.

BACA JUGA :  Tujuh Orang Terjaring Operasi Yustisi Polsek Prajuritkulon

“Ini bukan soal tugas, ini soal tanggung jawab kita bersama. Kota ini milik kita semua, dan menjaga kebersihannya adalah bentuk cinta kita pada Malang,” lanjut Kombes Nanang.

Gestur humanis dan kolaboratif ini sontak menuai pujian dari warganet. Banyak yang menyebut aksi aparat di Kota Malang sebagai contoh nyata pendekatan yang bersahabat dan menyentuh hati.

“Rutam Nuwus, terima kasih sudah menjaga Kota Malang tetap kondusif. Ini bukti aspirasi bisa disampaikan dengan damai dan penuh rasa hormat,” tutup Kombes Nanang dengan sapaan khas Malangan.

Peringatan Mayday 2025 di Kota Malang kali ini bukan hanya tentang menyuarakan hak, tapi juga tentang merawat harapan bersama—bahwa harmoni antara rakyat dan aparat bukan sekadar mimpi.