Daerah

Bahas Intensif dan Ormas, Ribuan Pecalang se Bali Tumpah di Lapangan Renon

×

Bahas Intensif dan Ormas, Ribuan Pecalang se Bali Tumpah di Lapangan Renon

Sebarkan artikel ini
Ribuan Pecalang desa adat se Bali hadiri Gelar Agung Pecalang di Lapangan Renon,

Denpasar,Sekilasmedia.com
Ribuan pecalang dari seluruh desa adat se Bali tumpah ruah menghadiri Gelar Agung Pecalang yang digelar Pasikian Pecalang Bali, di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Sabtu (17/5).

Para pecalang itu kompak datang ke Lapangan Renon, mengenakan pakaian pecalang dengan desain masing masing desa adatnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pecalang menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah desa adat masing masing, serta tekad dalam menjaga adat seni, budaya dan kearifan lokal.

Ada beberapa poin yang dibahas dalam kegiatan tersebut, salah satunya soal intensif yang pernah dijanjikan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

BACA JUGA :  Polemik Tukar Guling Mangrove, Masyarakat Serangan Minta Reklamasi Oleh BTID Dibatalkan

Sekretaris Pasikian Pecalang Bali, Ngurah Pradnyana mengatakan, setidaknya ada 13 ribu pecalang desa adat se Bali berkumpul di Lapangan Renon. Gelar Agung Pecalang ini sejatinya baru dibahas tiga hari lalu, namun karena banyak permintaan dari para pecalang sehingga acara ini digelar.

“Yang hadir kurang lebih seluruhnya 13 ribu pecalang se Bali, yang berjumlah 1500 desa adat,” jelasnya.

Dikatakannya, acara ini juga untuk memfasilitasi seluruh pecalang agar dapat menyampaikan aspirasi dan sikapnya kepada publik. Termasuk berharap ada perhatian dari pemerintah maupun instansi lainnya dalam hal kesejahteraan para pecalang.

BACA JUGA :  Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Atas Pertanggungjawaban APBD 2023

“Semoton pecalang sifatnya ngayah, tidak ada istilah mendapatkan gaji, intensif atau sebagainya dan memang bukan itu tujuan kami jadi pecalang,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Panglingsir Agung Sukahet mengungkapkan, digelarnya acara tersebut karena melihat fenomena akhir akhir ini mengenai penolakan ormas preman di Bali.

Oleh karenanya sudah sepatunya pecalang sebagai penjaga Bali untuk menyatukan sikap bersama.

“Kegiatan ini murni dari inisiatif pecalang, mereka lapor ke saya dan tujuannya sangat bagus,” tutupnya.

Lanjut ditambahkan, mengenai intensif pecalang, Sukahet berjanji akan turut mengupayakan agar ada intensif bagi para pecalang.

Penulis : Soni