Purwakarta, sekilasmedia.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta dari Fraksi NasDem, Luthfi Bamala, A.Md., menegaskan, bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) dewan harus benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
Menurutnya, Pokir tidak cukup hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menjawab persoalan sosial yang nyata, khususnya terkait ketenagakerjaan.
“Pokok-pokok pikiran itu bukan hanya untuk memperbaiki jalan atau mengurus sampah. Tapi juga harus menyentuh bagaimana caranya agar masyarakat kita yang selama ini tertinggal, yang sulit mendapat pekerjaan, bisa ikut merasakan hasil pembangunan,” ujarnya saat berdialog bersama warga di Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Senin (14/07/25).
Dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat, Ia mengaku bahwa persoalan sulitnya mendapatkan pekerjaan hampir selalu muncul. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah harus lebih serius dan fokus dalam mencari solusi konkret.
“Pemerintah harus benar-benar konsentrasi mencari solusi agar masyarakat Purwakarta bisa lebih mudah mendapat kerja. Jangan sampai warga terus berhadapan dengan oknum yang menjanjikan pekerjaan tanpa kepastian,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pelaksanaan bursa kerja atau job fair yang dinilai masih lemah dari sisi tindak lanjut, meskipun konsepnya sudah baik.
“Job fair itu sangat bagus. Tapi akan lebih bagus lagi kalau dieksekusi secara lebih dalam dan spesifik. Misalnya, peserta datang, langsung diberi pemaparan, dites hari itu juga, dan kalau layak langsung diterima. Jadi tidak menggantung,” jelasnya.
Sebagai bentuk terobosan, Luthfi mengusulkan adanya Mobil Keliling Lowongan Kerja (Mobling Locker), yaitu kendaraan yang mendatangi wilayah-wilayah dengan membawa informasi dan layanan terkait lowongan kerja.
“Kita usulkan adanya Mobling Locker agar informasi dan akses kerja bisa sampai ke tiap-tiap wilayah. Dasarnya tentu kerja sama antara pemerintah daerah dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Purwakarta,” tambahnya.
Selain soal ketenagakerjaan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kerusakan jalan lingkungan, banjir, dan keterbatasan lahan pemakaman. Luthfi memastikan seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui jalur resmi di DPRD.
“Ini salah satu momentum bagi kami untuk menampung aspirasi yang ada di benak masyarakat. Kami sebagai aspirator akan mengawal apa yang menjadi harapan dan kebutuhan warga,” pungkasnya.






