Purwakarta,Sekilasmedia.com-Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan berhasil menggelar Gelar Produk Pasar Leuweung pada Sabtu (26/7) di kawasan Leuweung Jati Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Acara yang dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodi Ardian Pancapana, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra, serta sejumlah pejabat pemerintahan daerah lainnya, ini tidak hanya sukses dalam mempromosikan produk-produk lokal berbasis hutan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Jawa Barat dalam pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Gelar Produk Pasar Leuweung. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal. Bupati juga menyampaikan rasa bangga atas partisipasi aktif masyarakat Purwakarta, khususnya para pelaku UMKM.
Di akhir sambutan, Bupati menyisipkan pesan bermakna dalam bahasa Sunda:
“Lamun urang nuar, ulah poho melak. Leuweung héjo, rahayat ngejo.”
Artinya, “Kalau kita menebang, jangan lupa menanam. Hutan hijau, rakyat pun sejahtera.”
Kutipan ini mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan antara eksploitasi alam dan keberlanjutan hidup masyarakat.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodi Ardian Pancapana, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan acara ini. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, khususnya di tengah tantangan keterbatasan lahan. Sambutan Bupati Purwakarta turut menonjolkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal. Pidato-pidato tersebut diwarnai dengan ungkapan lokal yang mencerminkan keakraban dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat Purwakarta. Semangat kolaborasi dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan pun terpancar dengan jelas.
Lebih lanjut, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah II Purwasuka, Lasmawati, S.E., M.M., menekankan pentingnya edukasi pelestarian lingkungan, terutama bagi generasi muda. “Anak-anak harus peduli lingkungan, karena pohon-pohon di sekitar kita sangat bermakna. Di kawasan ini, keterbatasan lahan menjadi tantangan, sehingga kesadaran lingkungan harus terus ditanamkan,” ujarnya. Lasmawati juga menekankan pentingnya perawatan pohon yang telah ditanam, terutama di musim kemarau, guna memastikan keberhasilan program penanaman.
Gelar Produk Pasar Leuweung sendiri mendapat sambutan positif dari masyarakat. Perpaduan antara pelestarian alam dan penguatan ekonomi lokal terbukti menarik minat banyak pengunjung. Acara ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang efektif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Para peserta pameran, yang sebagian besar merupakan UMKM lokal, melaporkan peningkatan penjualan dan kesempatan berjejaring yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Harapannya, semangat kolaborasi hijau ini akan terus berlanjut, memastikan kawasan hutan di Jawa Barat tetap lestari dan memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. Gelar Produk Pasar Leuweung bukan hanya sekadar acara pameran, tetapi juga menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan ekonomi lokal. Keberhasilannya menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat.






