Daerah

Permudah Akses Kesehatan, Gus Fawait Luncurkan Program Home Care

×

Permudah Akses Kesehatan, Gus Fawait Luncurkan Program Home Care

Sebarkan artikel ini
Home Care angin segar bagi warga yang kesulitan akses kesehatan. (Foto pemkab jember)

Jember,Sekilasmedia.com– Pemerintah Kabupaten Jember tengah menyiapkan program kesehatan berbasis layanan rumah atau Home Care yang akan dilaksanakan mulai Januari 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyebut program ini dirancang untuk membantu masyarakat dengan penyakit kronis, seperti gagal ginjal dan diabetes, agar mendapat layanan langsung di rumah.

Ia menegaskan, Home Care menjadi salah satu terobosan untuk memastikan semua lapisan masyarakat memperoleh hak kesehatan tanpa terkecuali, baik di kota maupun pelosok desa.

“Insya Allah Januari 2026, kami mulai jalankan program Home Care ke seluruh masyarakat Jember. Pasien tidak perlu ke rumah sakit, tenaga kesehatan yang akan mendatangi rumah,” ucapnya.

BACA JUGA :  Gerakan Pilah Sampah dari Rumah, Pemkot Mojokerto Ajak Warga Lawan Darurat Sampah

Bupati menjelaskan, pemeriksaan kesehatan rutin akan dilakukan minimal sekali dalam sebulan. Tenaga medis ditugaskan memantau kondisi pasien dan memberikan perawatan sesuai kebutuhan.

Selain itu, Pemkab Jember tengah mempersiapkan infrastruktur pendukung, mulai tenaga medis, fasilitas kesehatan, hingga mobil ambulans untuk mendukung kelancaran layanan Home Care.

“Nanti setelah semua perangkat siap, akan kami umumkan lebih detail agar masyarakat bisa memahaminya,” tambah Bupati dalam konferensi pers di RSD Balung, Minggu (14/9/2025).

Fawait menekankan, visi Jember Baru, Jember Maju harus diwujudkan dengan pemerataan layanan kesehatan. Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mengakses perawatan medis layak.

BACA JUGA :  Konser Dangdut Hokya Bersama Kampung Jeruji Lapas Banyuwangi

“Tidak boleh ada ibu hamil melahirkan di tempat yang tidak semestinya, dan tidak boleh ada warga pelosok luput dari perhatian pemerintah,” tegasnya penuh keyakinan.

Selain Home Care, Pemkab Jember juga akan mengerahkan 1.200 tenaga kesehatan pada bulan depan ke desa, kelurahan, dan pelosok wilayah.

Mereka akan menjadi garda terdepan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, serta menangani kasus stunting maupun permasalahan kesehatan lain yang masih tinggi.

Inovasi tersebut dikemas dalam program Bucin Kesianak atau Bupati Cinta Kesehatan Ibu dan Anak, dengan melibatkan tenaga medis hingga dokter spesialis obgyn.