Daerah

Jombang Target Rampungkan Bongkar Ratoon 2.500 Hektare di 2026, Dorong Swasembada Pangan Nasional

×

Jombang Target Rampungkan Bongkar Ratoon 2.500 Hektare di 2026, Dorong Swasembada Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Bupati Jombang H. Warsubi bersama jajaran Dinas Pertanian menegaskan komitmen percepatan bongkar ratoon tebu sebagai langkah menuju swasembada gula nasional pada 2028. (foto: Wibowo)

 

JOMBANG,Sekilasmedia.com – Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya mendukung agenda nasional swasembada pangan melalui percepatan program hilirisasi komoditas perkebunan. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar pada Senin (22/9/2025).

Rakor yang dibuka Menteri Dalam Negeri dan dilanjutkan arahan Menteri Pertanian tersebut menegaskan kembali amanat Presiden agar setiap daerah berperan aktif dalam menyukseskan program strategis nasional, termasuk swasembada gula pada 2028.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ronny, menyampaikan bahwa program bongkar ratoon (BR) tanaman tebu menjadi langkah penting menuju swasembada gula. “Target bongkar ratoon di Jombang tahun 2025 sebesar 2.500 hektare. Hingga minggu ketiga September, capaian sudah 1.299 hektare. Pelaksanaan dijadwalkan rampung pada akhir 2026,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ditresnarkoba Polda Jatim Resmikan Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Sidoarjo

Sebagai bentuk dukungan, petani peserta program BR akan menerima bantuan bibit tebu senilai Rp10 juta per hektare, ditambah biaya tenaga kerja sebesar Rp4 juta per hektare. Meski sempat terkendala karena sebagian petani lebih dulu menanam tebu sejak Juni–Agustus, sinergi antara Pemkab Jombang, pabrik gula, APTRI, dan TNI diyakini mampu mendorong pencapaian target.

Selain tebu, Jombang tetap menjadikan padi sebagai komoditas unggulan dengan rata-rata luas tanam 75.000 hektare per tahun. Jombang juga masuk 10 besar daerah dengan luas tanam padi terbesar di Jawa Timur. Program Budidaya Tanaman Sehat (BTS) terus didorong untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya dengan tetap ramah lingkungan.

Bupati Jombang, H. Warsubi, menegaskan bahwa daerahnya siap mengawal program nasional sekaligus menjaga keseimbangan antara pangan pokok dan komoditas unggulan lokal. “Swasembada gula adalah masa depan bangsa. Dengan gotong royong petani, pabrik gula, pemerintah daerah, hingga dukungan TNI, saya optimis target ini bisa tercapai,” tegasnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kesadaran Bayar Pajak, Petugas Gabungan Sidak Kendaraan Bermotor Di Terminal Pare

Selain padi dan tebu, Jombang juga mengembangkan hortikultura dan perkebunan khas, seperti durian lokal Wonosalam yang sedang dalam proses pelepasan varietas nasional dengan nama Durian Mrico, pisang mas Wonosalam yang makin digemari, hingga kopi Excelsa Wonosalam yang sudah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis.

“Padi tetap prioritas, tapi pengembangan komoditas lain seperti kopi, durian, dan pisang penting untuk memberi nilai tambah bagi petani sekaligus meningkatkan daya saing produk Jombang di pasar nasional maupun internasional,” pungkas Bupati Warsubi. (wo/adv)