Denpasar,Sekilasmedia.com-
Aktivitas kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Denpasar, akan resmi pindah ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana, pada 2026.
Perpindahan itu dilakukan untuk fokus Pelabuhan Benoa menjadi destinasi pariwisata bahari, sementara Pelabuhan Pengambengan akan dikembangkan menjadi pusat perikanan modern bertaraf internasional.
Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan, setelah kapal kapal ikan di Pelabuhan Benoa dipindah ke Jembrana, maka pelabuhan di Kota Denpasar akan diubah menjadi pusat maritim bagi wilayah Indonesia Timur.
“Kami sudah usulkan yang ada di marina, yang ada di Benoa nanti akan menjadi hubnya Indonesia Timur. November 2025 ini kita akan bergerak pembangunan di Jembrana,” ujar Giri Prasta seperti dikutif dari Antara.
Terkait tahapan yang dirancang Kementerian Kelautan dan Perikanan, bahwa kapal kapal ikan tersebut akan mulai dipindahkan tahun 2026, dengan target 2028 seluruh kapal sudah beroperasi di PPN Pengambengan.
“Dari proyeksi kementerian akan ada 25.000 lapangan kerja baru di Jembrana, bahkan ditargetkan sebanyak banyaknya masyarakat lokal bisa bekerja di sana,” ucap dia.
Sedangkan di Pelabuhan Benoa yang akan menjadi pusat maritim juga diharapkan bisa menerima usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.
“Saya kira Bali tidak akan kekurangan SDM (sumber daya manusia), kami sudah minta dengan Pelindo juga yang ada di Pelabuhan Benoa agar ke depan UMKM kita harus diterima dengan baik, masyarakat Bali harus menjadi tuan di rumah sendiri,” tandas dia.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono, menargetkan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan sebagai pelabuhan perikanan eco fishing port yang mengedepankan bukan hanya higienis tapi hijau yang tidak jorok.
Salah satu ciri PPN Pengambengan ramah lingkungan adalah dari pengaturan limbah yang dipastikan tidak akan mengalir ke laut Jembrana, dan untuk industrinya juga akan mengikuti aturan.
“Ini kita bangun dan setelah ini akan diskusi dengan Gubernur Bali minta dukungan, kalau di wilayah sini (Benoa) wilayah pariwisata ya kita geser ke sana (PPN Pengambengan),” ungkap Menteri KP.
Kementerian juga berharap pengembangan pelabuhan perikanan bertaraf internasional ini segera berjalan, sehingga PPN Pengambengan menjadi percontohan pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, pengembangan PPN Pengambengan yang masuk daftar PSN ini rencananya akan dimulai akhir tahun 2025 ini, dimana akan menjadi pelabuhan perikanan terintegrasi lengkap dengan pasar ikan internasional. Pemerintah membagi infrastruktur ini menjadi tiga area yaitu kawasan perkantoran 5,2 ha, area kapal kecil dan bisnis 6 ha, dan kawasan industri 24,8 ha.






