Madiun, sekilasmedia.com –Kasus dugaan bayi tertukar sempat terjadi di RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, pada Jumat (24/10/2025). Peristiwa ini dialami oleh seorang pasien berinisial E, warga Dusun Kemulan RT 16 RW 03, Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan.
Informasi dugaan bayi tertukar ini berawal dari kasak-kusuk yang berkembang di masyarakat Desa Mruwak Dagangan. Kemudian awak media melakukan wawancara dengan suami ibu E. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, suami tidak menyaksikan langsung proses persalinan karena berada di luar ruangan. Namun, setelah melahirkan, ibu E menyampaikan kepada keluarganya bahwa bayi yang ia lahirkan berjenis kelamin laki-laki.
Kebingungan muncul saat proses serah terima bayi dilakukan oleh pihak rumah sakit. Bayi yang diserahkan justru berjenis kelamin perempuan, sehingga menimbulkan dugaan adanya kelalaian dalam proses identifikasi bayi baru lahir.
“Istri saya bilang waktu melahirkan anaknya laki-laki, tapi setelah diserahkan kok malah perempuan. Saya tidak melihat langsung karena posisi di luar,” ungkap suami ibu E, saat dikonfirmasi melalui awak media.
Namun, menurut keterangan lanjutan dari suami ibu E, pihak RSUD Dolopo akhirnya telah menyerahkan kembali bayi berjenis kelamin laki-laki sesuai dengan keyakinan pihak keluarga.
Meski demikian, pihak keluarga menyatakan bahwa apabila ke depan ada pihak yang merasa tidak menerima atau mengaku mengalami pertukaran bayi, maka mereka siap melakukan tes DNA untuk memastikan kebenaran secara ilmiah.
Kasus dugaan bayi tertukar ini diharapkan menjadi evaluasi serius RSUD Dolopo demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dengan ketelitian dan memperketat sistem identifikasi bayi baru lahir diharapkan dapat menghindari kejadian berulang di masa mendatang.
Hingga berita ini dirilis, pihak RSUD Dolopo belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi dan hasil pemeriksaan internal terkait dugaan insiden bayi tertukar tersebut.






