Badung,Sekilasmedia.com-
Pemkab Badung akan membangun tiga ruas jalan alternatif baru untuk memecah permasalahan kemacetan ekstrem di wilayah Kuta Selatan dan Kuta Utara serta jalur strategis menuju Denpasar.
Dalam pembangunan jalan itu, Pemkab Bandung menggunakan dana pinjaman dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) sebesar Rp 2,4 triliun. Sebagian dana tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan sebesar Rp 1,4 triliun lebih.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, saat ini tengah fokus pada pembangunan infrastruktur jalan untuk mengurangi kemacetan kronis di jalur distinasi wisata utama, Kuta Selatan, Kuta Utara dan Mengwi.
“Sekarang tahun pertama kami sedang melakukan pembebasan lahan terhadap beberapa ruas ruas jalan. Tahap awal ini kami fokus pada beberapa titik titik desinasi pariwisata yang menjadi kemacetan,” ucapnya.
Beberapa ruas jalan yang rawan macet di Kuta Selatan akan dipecahkan permasalahnya, seperti di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Simpang Nirmala Ungasan. Pada akhir 2025 akan dilakukan pembebasan lahan.
Selain jalur selatan, penyambungan dan pembebasan lahan di kawasan Kuta Utara juga akan dimulai dari Berawa, Canggu, hingga Umalas. Kawasan ini direncanakan terhubung ke jaringan transportasi Denpasar.
“Semua itu meliputi pembangunan jalan dari Uluwatu menuju Nusa Dua, dari Berawa menuju Uma Alas, Kedampal, dan Jalan Teuku Umar Barat,” ungkap Adi.
Setelah pembangunannya terselesaikan barulah akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan yang menjadi batas Kota Mangupura. Dengan pembangunan dua poros jalan wisata utama, proyek ini akan menjadi langkah awal integrasi mobilitas Badung – Denpasar.
“Harapan kami akses lebih terbuka sehingga memberikan dampak langsung bagi kenyamanan wisatawan dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat serta daerah,” ungkapnya.






