Malang, sekilasmedia.com– Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Malang Raya menggelar sosialisasi bertema “Awas Bahaya Narkoba Masuk Desa” di Balai Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (30/12).
Kegiatan ini diikuti puluhan pemuda desa yang berasal dari wilayah sekitar kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kepala Desa Duwet Krajan, Mulyo Siswanto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, posisi Desa Duwet Krajan sebagai desa penyangga kawasan wisata nasional menjadikannya rentan terhadap pengaruh pergaulan bebas dan masuknya barang terlarang.
“Desa kami berada di kawasan penyangga TNBTS, di mana aktivitas wisata cukup tinggi. Pergaulan anak muda juga semakin luas, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Karena itu, kami merasa perlu memberikan fondasi yang kuat kepada generasi muda melalui edukasi seperti ini,” ujar Mulyo.
Ia menyebutkan, sosialisasi tersebut diikuti sekitar 35 peserta yang berasal dari tiga dusun, yakni Dusun Duwet Krajan, Suwaru, dan Tosari. Pemerintah desa, kata dia, sengaja menggandeng GANN Malang Raya agar edukasi yang diberikan lebih komprehensif dan tepat sasaran.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini anak-anak muda semakin paham bagaimana bergaul dan bersosialisasi secara sehat, serta mampu membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba. Generasi muda adalah penerus desa dan bangsa, sehingga potensi yang mereka miliki harus diarahkan pada prestasi yang positif, bukan pada hal-hal yang menyimpang,” tegasnya.
Sementara itu, pemateri dari GANN Malang Raya, Dedik Siswanto, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa ancaman narkoba saat ini telah berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, narkoba tidak lagi menyasar wilayah perkotaan, tetapi telah merambah hingga ke desa-desa.
“Bangsa ini telah dikepung oleh narkoba yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita menegaskan perintah perang melawan narkoba,” ungkap Dedik.
Ia menjelaskan, desa kini kerap dijadikan jalur masuk dan sasaran peredaran gelap narkoba karena dinilai lebih aman bagi para bandar. Kondisi ini menjadikan desa sebagai wilayah strategis yang harus diperkuat dalam upaya pencegahan.
“Desa harus menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Upaya ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat desa secara intensif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Melalui sosialisasi ini, GANN Malang Raya berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat desa, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkoba demi masa depan yang lebih sehat dan produktif. (*)
Penulis : S Basuki