Daerah

Politisi Muda PDI Perjuangan Nila Yani: AI Harus Jadi Alat Perjuangan Rakyat

×

Politisi Muda PDI Perjuangan Nila Yani: AI Harus Jadi Alat Perjuangan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDi Perjuangan Nila Yani Hardiyanti saat kunjungi IPB tegaskan AI harus jadi alat perjuangan dan berpihak kepada rakyat. (Foto : istimewa)

Jakarta,Sekilasmedia.com– Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., M.IP., menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus berpijak pada nilai perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat kecil, khususnya nelayan.

Penegasan tersebut disampaikan Nila Yani dalam Kunjungan Kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ke IPB University, yang membahas implementasi AI untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurut Nila, ribuan nelayan kecil di wilayah pesisir masih hidup dalam ketidakpastian akibat cuaca ekstrem, tingginya biaya operasional melaut, serta fluktuasi hasil tangkapan. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan akses terhadap teknologi.

“ Bagi PDI Perjuangan, teknologi bukan tujuan akhir, melainkan alat perjuangan. Artificial Intelligence harus menjadi sarana pembebasan rakyat, bukan justru menciptakan kesenjangan baru yang menjauhkan nelayan kecil dari kesejahteraan,” ujar Nila Yani, Selasa (3/2/2026).

Ia menuturkan, di daerah pemilihannya terdapat kawasan pesisir dengan ribuan nelayan kecil yang menggantungkan hidup pada laut. Oleh karena itu, setiap pembahasan AI harus diarahkan pada dampak konkret bagi sektor perikanan.

BACA JUGA :  Bupati Blitar Tinjau Produk UMKM di Desa Suru

“ Ketika kita berbicara tentang AI, fokus saya jelas pada perikanan dan nelayan kecil. Pertanyaannya sederhana, apakah teknologi seperti e-logbook, fish technology, dan inovasi lainnya benar-benar membantu nelayan menjadi lebih aman, efisien, dan berdaulat,” katanya.

Nila menekankan, pembahasan AI tidak boleh berhenti pada kecanggihan algoritma, melainkan harus menjawab persoalan nyata di lapangan, seperti keselamatan melaut, efisiensi biaya, dan kepastian hasil tangkapan.

Ia mencontohkan penerapan AI di Jepang yang mampu memprediksi pergerakan ikan berdasarkan data suhu laut, arus, dan histori tangkapan, lalu diterjemahkan menjadi rekomendasi sederhana yang mudah dipahami nelayan.

“ Teknologi yang sejati adalah teknologi yang membebaskan. Seperti ajaran Bung Karno, kemajuan harus berjalan seiring dengan keadilan sosial. AI perikanan harus menekan risiko, mengurangi biaya bahan bakar, dan meningkatkan kepastian hasil tangkapan nelayan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kapolres Kediri Kota Berikan Penghargaan Kepada Personel Yang Berpretasi

Dalam konteks Indonesia, Nila Yani menyatakan DPR RI Komisi VII bersama Fraksi PDI Perjuangan akan memperjuangkan kebijakan yang memprioritaskan pemanfaatan AI dengan dampak langsung bagi nelayan kecil. Di antaranya melalui sistem prediksi cuaca dan potensi tangkapan yang mudah dipahami, pencatatan hasil tangkapan yang sederhana, serta transparansi informasi pasar.

Ia juga mendorong peran aktif kalangan akademisi, khususnya IPB University, sebagai mitra strategis negara dalam merumuskan dan mengembangkan teknologi AI yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“ Keberhasilan AI di sektor perikanan tidak diukur dari kecanggihannya, tetapi dari satu ukuran sederhana: apakah hidup nelayan kecil lebih aman, bebannya lebih ringan, dan masa depannya lebih pasti. Inilah makna negara hadir dan berjuang bersama rakyat,” pungkasnya.

Melalui momentum tersebut, Nila Yani berharap transformasi AI di sektor perikanan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berdaulat, berkelanjutan, dan berpihak pada kekuatan pangan lokal.