Daerah

Menteri Agama RI Resmikan Gedung Al-Muhajirin 3 pada Milad ke-33 Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

×

Menteri Agama RI Resmikan Gedung Al-Muhajirin 3 pada Milad ke-33 Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Sebarkan artikel ini
Milad ke-33 Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta (Foto; Ade Irma/Sekilasmedia.com)

Purwakarta,Sekilasmedia.com – Pondok Pesantren Al-Muhajirin memperingati Milad ke-33 yang dirangkaikan dengan doa bersama dan peringatan haul, sekaligus peresmian Gedung Aula Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Al-Muhajirin 3, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Bupati Purwakarta Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Dicky Darmawan, S.H., M.Hum. yang mewakili Bupati Purwakarta Om Zein, Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Apsari Dewi, S.H., LL.M., Ph.D., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta H. Syamsi Mufti, S.Ag., M.Si., Ketua Yayasan Al-Muhajirin Kabupaten Purwakarta Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pengasuh pesantren, para santri, wali santri, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama dan tausiyah keagamaan sebagai refleksi perjalanan 33 tahun Pondok Pesantren Al-Muhajirin, sekaligus mengenang jasa para pendiri dan tokoh yang telah berperan dalam membangun serta mengembangkan pesantren.

BACA JUGA :  Persiapkan Skema New Normal Walikota Mojokerto Hadirkan Narasumber 3 Negara, Saat Webinar

Pada momentum tersebut juga dilaksanakan peresmian Gedung Aula Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta. Berdasarkan prasasti, peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., bersama Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., sebagai bagian dari penguatan sarana pendidikan dan pembinaan santri.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menekankan pentingnya integrasi antara akal dan batin dalam proses pendidikan. Menurutnya, pada siang hari peserta didik mengasah akal melalui pembelajaran ilmu pengetahuan seperti matematika, teknologi, dan berbagai disiplin keilmuan lainnya.

Sementara pada malam hari, lanjut Menteri Agama, menjadi waktu yang tepat untuk menguatkan batin dan membentuk karakter melalui pendalaman spiritual dan keilmuan. Ia mengingatkan bahwa upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT hendaknya dilakukan dengan kesungguhan, bukan untuk aktivitas yang melalaikan, melainkan melalui belajar dan ibadah yang mampu melahirkan pribadi berilmu, berakhlak, serta memiliki kesadaran spiritual yang tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A. menyampaikan bahwa Milad ke-33 merupakan momentum penting untuk memperkuat tradisi keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan para pendiri. Ia menegaskan komitmen pesantren untuk terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat.

BACA JUGA :  Relawan Semar Bantu Korban Banjir Bandang Di Banyuwangi.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin Kabupaten Purwakarta Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. menuturkan bahwa usia 33 tahun merupakan perjalanan panjang yang patut disyukuri, sekaligus menjadi amanah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penguatan karakter, serta pelayanan pesantren kepada masyarakat.

Selain rangkaian kegiatan keagamaan, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize yang dibagikan kepada para hadirin dan santri, sehingga menambah semarak acara dan mempererat suasana kebersamaan.

Peringatan Milad ke-33 ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga meneguhkan komitmen Pondok Pesantren Al-Muhajirin, khususnya Al-Muhajirin 3, sebagai pusat pendidikan Islam yang menjunjung tinggi nilai keilmuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, sekaligus harapan agar Pondok Pesantren Al-Muhajirin senantiasa diberikan keberkahan dan mampu terus memberikan manfaat bagi umat, daerah, dan bangsa.