Daerah

Perjuangan Pemkab Gresik Berbuah, Subsidi Pupuk Perikanan Kembali Tersedia pada 2026

×

Perjuangan Pemkab Gresik Berbuah, Subsidi Pupuk Perikanan Kembali Tersedia pada 2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima Kunker Komisi IV DPR RI, pastikan pupuk subsidi untuk budidaya perikanan/ tambak tersedia tahun 2026.(Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

 

Gresik, Sekilasmedia.com — Pupuk bersubsidi untuk sektor budidaya perikanan dipastikan kembali dialokasikan pada 2026. Kepastian tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Kabupaten Gresik, Senin (23/2).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kembalinya subsidi pupuk menjadi angin segar bagi para pembudidaya ikan yang selama beberapa tahun terakhir terdampak kebijakan pencabutan subsidi.

“ Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28 ribu hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujarnya.

Data Pemerintah Kabupaten Gresik mencatat, luas lahan budidaya perikanan mencapai 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare. Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang yang tersebar di 16 kecamatan.

Produksi perikanan budidaya Gresik pada 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai Rp3,54 triliun. Khusus komoditas bandeng, produksi diperkirakan sekitar 90.000 ton per tahun.

BACA JUGA :  Gabungan Aliansi LSM Kediri Tolak Aksi Main Gertak Oknum Pengiat Masyarakat di Kediri

” Kalau harga bandeng rata-rata Rp10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” kata Yani.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menyatakan, kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan telah masuk dalam program subsidi nasional setelah dibahas dalam Panja Pupuk.

“ Tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami fokus pada pembenahan data agar distribusi tepat sasaran,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Haeru Rahayu menambahkan, pemerintah mengalokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya pada tahun ini.

“ Atas nama pemerintah kami mohon maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya,” katanya.

Untuk Kabupaten Gresik, alokasi pupuk bersubsidi pada 2026 meliputi urea 4.721 ton, SP-36 sebanyak 4.598 ton, serta pupuk organik 506 ton.

BACA JUGA :  Kabupaten Lumajang Lepas Kontingen FLS2N Tingkat Provinsi Jatim

Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo memastikan sistem distribusi pupuk telah terdigitalisasi.

“ Setiap penebusan pupuk di kios tercatat dan terhubung secara real-time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota, dan stok dalam kondisi aman,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petambak asal Desa Betoyo Guci, Sholiq, mengapresiasi kebijakan tersebut, namun mengingatkan potensi turunnya harga saat panen raya.

“ Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Gresik mendorong penguatan ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir, termasuk optimalisasi distribusi dan peningkatan konsumsi ikan.

“ Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” ujarnya.

Penulis : Rudi
Editor. : Erik