Daerah

Mengenal Batik Sekar Arum, Legenda Batik Turun-Temurun di Kota Mojokerto

×

Mengenal Batik Sekar Arum, Legenda Batik Turun-Temurun di Kota Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Mengenal Batik Sekar Arum, Legenda Batik Turun-Temurun di Kota Mojokerto.(foto: sayyida)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Di sudut yang tenang di Jalan Keboan, Gang. Masjid No.75, di Kelurahan Gunung Gedangan, Magersari, Kota Mojokerto, masih mempertahankan suasana tradisi yang sangat kuat. Ibu Hindun pemilik Batik Sekar Arum, melanjutkan perjalanan budaya yang telah dipercayakan secara turun-temurun.

Sebagai generasi ketiga, Ibu Hindun mengatakan bahwa dia sudah sangat akrab dengan bau malam dan cara menggambar yang indah dari canting sejak masih muda. Ia secara resmi mewujudkan dedikasinya terhadap wastra Nusantara melalui usaha mandirinya yang telah berdiri tegak sejak tahun 1992.

Perjalanan Batik Sekar Arum mencerminkan perubahan zaman yang terus berlangsung. Dulunya, Ibu Hindun mengingat masa ketika semua pengrajin di sekitarnya tetap menggunakan bahan pewarna alami yang diambil dari tumbuhan.

BACA JUGA :  Koramil Sukorejo Kerja Bakti Bencana Alam Tanah Longsor

Namun, tekanan dari pasar mengharuskan adanya perubahan. “Dulunya semua orang di sini membuat batik dengan warna alami, tetapi sekarang sudah tidak menggunakan lagi karena permintaan tidak banyak.” kata Hindun. Sekarang, ia lebih menekankan penggunaan warna sintetis yang lebih berani dan beragam, meski teknik pembuatannya masih mengandalkan cara tradisional seperti batik tulis, cap, hingga teknik modern seperti eco print.

Sistem penjualan yang digunakan cukup personal dan eksklusif. Ibu Hindun lebih sering melayani pesanan atau permintaan orang-orang yang datang langsung ke rumahnya untuk memilih batik lembaran.

Fleksibilitas adalah keunggulan utama dari usaha ini, pelanggan bisa menentukan sendiri besaran budget dan jadwal pengerjaan sesuai dengan kebutuhan mereka. “Biasanya satu lembar batik tulis memiliki panjang 2,5 meter, tapi kami juga melayani permintaan terkait harga dan hari pembuatan. Untuk harga potong standar berukuran 2,10 x 1,15 meter, harga mulai dari Rp150 ribu,” tambahnya.

BACA JUGA :  Danrem 082/CPYJ Pimpin Sidang Pankar Jabatan Perwira Pertama

Ibu Hindun tidak hanya memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan bisnis, tetapi juga memiliki tujuan besar dalam melestarikan budaya dengan cara mengajarkan kepada orang lain.

Ia sering turun langsung mengajar cara membatik di berbagai sekolah menengah pertama (SMP) sesuai dengan permintaan para siswanya. Teknik eco print sering disukai karena prosesnya yang mengeksplorasi dan menarik bagi generasi muda.

Dengan tangannya, Batik Sekar Arum bukan hanya sekadar bahan tekstil, tetapi juga sarana bagi generasi muda untuk tetap merasa bangga pada identitas lokal meskipun terus saja datang tren modern.

(Foto: Sayyida)