Gresik,Sekilasmedia.com – Polres Gresik menjadi tuan rumah pelaksanaan Management Course Level III bagi peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berfokus pada penguatan kepemimpinan strategis dalam mendukung ketahanan nasional ini digelar di Rupatama Sarja Arya Racana, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Sespim Lemdiklat Polri, di antaranya Irjen Pol Drs. Jawari, S.H., M.H. selaku Supervisi Poklat V dan Brigjen Pol Muhammad Firman, S.I.K., M.Si. sebagai Pengawas Poklat V, bersama tim tutor dan 10 peserta didik. Turut hadir Wakil Bupati Gresik Dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, serta sejumlah kepala dinas terkait.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Gresik sebagai lokasi praktik lapangan. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara institusi pendidikan Polri dengan pemerintah daerah dalam merespons isu-isu strategis nasional.
Irjen Pol Drs. Jawari menegaskan bahwa Management Course merupakan sarana pembelajaran aplikatif bagi calon pimpinan menengah Polri untuk mengasah kemampuan analisis dan ketepatan dalam pengambilan keputusan.
“ Seorang pemimpin identik dengan pengambilan keputusan. Pelatihan ini difokuskan pada kebijakan Presiden RI terkait ketahanan pangan dan ekonomi. Kabupaten Gresik menunjukkan capaian luar biasa dengan menempati peringkat kelima nasional dalam sektor ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Dr. H. Asluchul Alif menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah yang semakin kompleks.
“ Stabilitas daerah hanya dapat terwujud apabila situasi kamtibmas terjaga. Kami berharap kegiatan ini melahirkan gagasan inovatif dalam pelayanan masyarakat, baik melalui pendekatan preventif maupun penegakan hukum,” tuturnya.
Dalam sesi diskusi panel, Kepala Bulog Cabang Surabaya Yudith Karamy memaparkan dominasi Kabupaten Gresik dalam sektor pertanian regional.
“ Lahan tanam dan panen terbesar berada di Kabupaten Gresik, mencapai sekitar 80 persen dibandingkan Surabaya dan Sidoarjo. Saat ini stok operasional kami dalam kondisi aman, termasuk 115 juta kilogram beras,” jelasnya.
Kepala BPS Kabupaten Gresik, Ir. Indriya Purwaningsih, M.T., turut menyampaikan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus ini bertujuan memetakan struktur ekonomi nasional, termasuk perkembangan ekonomi digital dan ekonomi hijau sebagai dasar perumusan kebijakan ke depan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata, sesi foto bersama, serta diskusi pengamatan Objek Hasil Amatan (OHA) oleh para peserta didik.
Melalui Management Course ini, diharapkan para calon pimpinan Polri memiliki kapasitas strategis yang kuat dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah.






