Daerah

Indahnya Toleransi di Kota Malang: Anak-anak Lintas Agama Turun ke Jalan Bagikan Takjil

×

Indahnya Toleransi di Kota Malang: Anak-anak Lintas Agama Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Sebarkan artikel ini
Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026, FKAUB Malang bersama Forum Bhineka Muda Malang Raya menggelar kegiatan pembagian takjil gratis bagi masyarakat di depan Balai Kota Malang (foto Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com– Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali ditunjukkan di Kota Malang. Dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya bersama Forum Bhineka Muda Malang Raya menggelar kegiatan pembagian takjil gratis bagi masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen lintas agama tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.00 WIB di depan Gedung Balai Kota Malang. Aksi sosial ini menjadi simbol kuat kerukunan dan persaudaraan dalam keberagaman yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Malang Raya.

Sekretaris Jenderal FKAUB Malang Raya, Pdt. David Tobing, menjelaskan bahwa pada kegiatan tahun ini panitia menyiapkan sebanyak 1.112 paket takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas.

Menurutnya, angka 1.112 memiliki makna khusus. Selain melambangkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan, angka tersebut juga diambil sebagai simbol peringatan Hari Jadi Kota Malang yang ke-112, yang akan diperingati pada 1 April 2026 mendatang.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Asahan Lepas Gerak Jalan Sehat Gebyar HUT ke 58 Partai Golkar

“Jumlah 1.112 paket takjil ini kami maknai sebagai bentuk partisipasi dalam menyambut ulang tahun Kota Malang ke-112. Harapannya, momentum ini semakin memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Pdt. David Tobing.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya hidup rukun di tengah perbedaan agama dan kepercayaan.

Dalam pelaksanaannya, panitia menggandeng anak-anak dari berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk turut terlibat secara langsung dalam pembagian takjil. Mereka akan mengenakan atribut keagamaan dan identitas lembaga masing-masing sebagai simbol keberagaman yang bersatu dalam semangat kemanusiaan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai toleransi sejak dini kepada para tunas bangsa, agar mereka terbiasa bekerja sama dan saling menghargai dalam perbedaan. Ini penting untuk menjaga kerukunan di masa depan,” tambahnya.

Ribuan paket takjil yang dibagikan merupakan hasil donasi dari berbagai organisasi lintas agama, lembaga kemasyarakatan, hingga institusi pendidikan di Malang Raya. Di antaranya Puanhayati Kota Malang, MPD, KSPPA Malang, WHDI Kota Malang, PADAPAMA, STAB Kertarajasa, WKRI Keuskupan Malang, Vihara Dharma Mitra, Walubi Kota Malang, MLKI Kota Malang, Vihara Samaggi Viriya, JDPPM Malang, Pemuda Katolik Kabupaten Malang, PMK Nafiri Sion LDII Kota Malang, Politeknik Negeri Malang, BEM FIA Universitas Brawijaya, ABI, Muslimah Kota Malang, GP Ansor Kota Malang, UAKB UB, Yayasan Kasih Abadi, Vihara Adi Kasih, hingga KMB Universitas Negeri Malang.

BACA JUGA :  Refleksi Harlah PKB Ke-24, Momen Usung Cak Imin Capres RI dan Cak Qodir Cabup Gresik 2024

Seluruh paket takjil tersebut dibagikan langsung oleh para tokoh agama bersama anak-anak lintas iman yang terlibat dalam kegiatan tersebut. FKAUB Malang Raya berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh nyata praktik toleransi dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang beragam.

“Harapan kami, kegiatan sederhana ini mampu menghadirkan kesejukan dan memperkuat harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Jika kerukunan terjaga, maka stabilitas sosial juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang dan sekitarnya,” pungkas Pdt. David Tobing.