Daerah

Pemkot Malang Genjot Imunisasi Campak, Edukasi Warga Jadi Kunci

×

Pemkot Malang Genjot Imunisasi Campak, Edukasi Warga Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran perangkat daerah terkait saat meninjau pelaksanaan imunisasi campak di Posyandu RW 3, Kelurahan Bunulrejo (foto Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com- Pemerintah Kota Malang terus menggenjot pelaksanaan Imunisasi Kejar Serentak (Catch Up Campaign/ CUC) campak sebagai langkah strategis menekan penyebaran penyakit menular tersebut. Salah satu titik pelaksanaan berlangsung di Posyandu RW 3, Kelurahan Bunulrejo, Senin (6/4/2026), yang dipantau langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota memastikan program imunisasi berjalan optimal dan menjangkau seluruh sasaran. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan kesehatan anak, khususnya usia 9 hingga 59 bulan.

“Hari ini kami bersama Kepala Dinas Kesehatan dan perangkat daerah melihat langsung pelaksanaan imunisasi kejar campak di Bunulrejo, khususnya RW 03, untuk memastikan program ini tepat sasaran,” ujarnya.

BACA JUGA :  Upaya Preventif, Kompol Akay Fahli Pimpin Pengecekan Ruang Tahanan Mako Polres Lamongan

Wahyu mengungkapkan, mayoritas anak yang menjadi sasaran telah mengikuti imunisasi sesuai tahapan. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kendala, terutama terkait persepsi sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya imunisasi campak.

“Sebagian besar sudah mengikuti dengan baik. Namun, masih ada yang memerlukan pendekatan khusus karena adanya anggapan bahwa imunisasi ini tidak berdampak,” jelasnya.

Berbagai strategi telah dilakukan, termasuk pendekatan langsung dari rumah ke rumah (door to door). Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi hambatan pemahaman di masyarakat.

“Kita sudah turun langsung ke rumah warga, tetapi memang masih ada yang belum menerima penjelasan tersebut. Ini yang terus kita upayakan,” imbuhnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Malang akan memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh pendidikan, serta tokoh masyarakat guna meningkatkan edukasi publik. Menurutnya, peran para tokoh ini sangat krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi.

BACA JUGA :  Pemkab Mojokerto dan Kodim 0815 Matangkan Persiapan TMMD ke-126 di Desa Sumbertanggul

“Kami tidak akan berhenti. Edukasi akan terus diperkuat bersama para tokoh agar kesadaran masyarakat meningkat, karena dampak campak bisa sangat fatal jika tidak dicegah,” tegasnya.

Program imunisasi kejar serentak ini dijadwalkan berlangsung hingga 7 April 2026, dengan target cakupan minimal 95 persen guna mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Target tersebut dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang berpotensi mempercepat penularan penyakit.

“Campak sangat mudah menular, sementara mobilitas masyarakat tidak bisa dibatasi. Maka satu-satunya cara adalah mempersempit celah penularan melalui capaian imunisasi minimal 95 persen. Ini yang terus kita kejar hingga batas akhir pelaksanaan,” pungkasnya.