Daerah

Wabup Sidoarjo Takziah ke Rumah Balita Korban Tenggelam Sungai Kalidawir

×

Wabup Sidoarjo Takziah ke Rumah Balita Korban Tenggelam Sungai Kalidawir

Sebarkan artikel ini
Wakil bupati Sidoarjo Mimik saat takjia ke rumah duka (foto suud)

Sidoarjo,Sekilasmedia.com-Suasana haru menyelimuti kediaman Gibran Septian korban balita yang terseret arus sungai di Desa Kalidawir.

Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, datang langsung untuk melakukan takziah dan memberikan dukungan moral kepada keluarga (13/2/2026)

korban yang berada di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin.

Kedatangan Mimik tersebut untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi sekitar enam hari lalu.

Wakil bupati Sidoarjo Mimik menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pihaknya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban serta

berharap keluarga korban diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut, hal itu disampaikannya saat berada di rumah duka,

BACA JUGA :  Program Dinas PU SDA 2017 Sudah Sesuai Jadwal Pembangunan

Dalam kesempatan ini, Mimik turut didampingi oleh Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, serta Camat Tanggulangin, Arie Prabowo.

Mimik mengatakan bahwa keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikhlas menghadapi cobaan.

Mimik menjelaskan bahwa kondisi anak sudah ditemukan dalam keadaan utuh dan

keluarga telah menerima kejadian ini sebagai ujian dari Allah, sehingga masyarakat diharapkan dapat ikhlas dalam menghadapi musibah seperti ini.

Selain itu, Mimik juga menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan di kawasan

permukiman yang berada di bantaran sungai, khususnya bagi anak-anak.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperketat pengawasan di wilayah rawan.

BACA JUGA :  Cek Kesiapan Pengamanan Pesta Demokrasi 2024, Tim Pengawas Mabes AD Kunjungi Polres Mojokerto

Mimik menegaskan bahwa ke depan, permukiman di pinggir sungai harus lebih diperhatikan dengan pengawasan yang ketat, terutama untuk anak-anak, agar tidak terjadi kelengahan, terlebih anak usia di bawah dua tahun sangat rentan.

Ia menambahkan bahwa anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap air, sehingga diperlukan perhatian ekstra dari orang tua.

Mimik juga mengungkapkan bahwa anak-anak sangat tertarik ketika melihat air, bahkan orang dewasa pun terkadang memiliki ketertarikan yang sama, sehingga kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama, terutama karena anak kecil belum

memahami bahaya,” pungkasnya