Daerah

Dorong Investasi, Gresik Tampilkan KEK dan SDM ke Peserta Sesdilu

×

Dorong Investasi, Gresik Tampilkan KEK dan SDM ke Peserta Sesdilu

Sebarkan artikel ini
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berikan paparan tentang iklim investasi Gresik kepada peserta Sesdilu angkatan ke-80 Kemenlu. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten Gresik menerima kunjungan peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 Kementerian Luar Negeri, Kamis (16/4). Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman terkait pengembangan investasi daerah dan diplomasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Rombongan disambut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman dan sejumlah kepala perangkat daerah di Mustikarasa Cafe.

Dalam sambutannya, Bupati Yani menegaskan bahwa Gresik memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri dan logistik yang didukung perencanaan tata ruang terintegrasi serta sinergi antara pemerintah dan pelaku industri.

“ Gresik mungkin bukan kota besar seperti Surabaya, tetapi memiliki kekuatan dari tata ruang dan potensi wilayah yang dimaksimalkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan kawasan industri seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kawasan Industri Gresik (KIG), serta kawasan industri Maspion, yang didukung belasan pelabuhan aktif, menjadikan Gresik sebagai salah satu simpul penting rantai pasok industri di Jawa Timur.

BACA JUGA :  Jelang Purna Tugas, Personel Polres Kediri Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

Menurutnya, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan berskala besar menjadi keunggulan utama dalam meningkatkan efisiensi logistik, terutama bagi industri berbasis ekspor-impor.

“ Di Gresik, kapal besar dapat langsung sandar, bahan baku impor mudah masuk, dan produk bisa langsung diekspor,” kata Yani.

Yani juga menyoroti peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam menarik investasi global melalui berbagai insentif fiskal, seperti pengurangan pajak daerah dan fasilitas tax holiday.

Ia menyebutkan, realisasi investasi di Gresik dalam enam tahun terakhir mencapai Rp29,4 triliun atau sekitar 18,89 persen dari total investasi Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat 4,91 persen pada 2025, dengan tingkat pengangguran turun dari 8,21 persen pada 2020 menjadi 5,47 persen pada 2025.

Meski demikian, Yani menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

“ Ke depan yang dibutuhkan adalah tenaga kerja terampil. Karena itu, pendidikan vokasi harus diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Bina Rohani Anggota Dengan Mengaji

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Khasan Ashari, menyatakan kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran peserta Sesdilu.

“ Kunjungan ini memberikan pemahaman langsung mengenai dinamika pembangunan daerah, khususnya dalam konteks diplomasi ekonomi,” katanya.

Ia menjelaskan, peserta berjumlah 14 orang yang merupakan aparatur Kementerian Luar Negeri dengan pengalaman penugasan luar negeri. Mereka diharapkan mampu mempromosikan potensi Indonesia secara lebih konkret di tingkat internasional.

Selain berdiskusi dengan perangkat daerah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), peserta juga dijadwalkan meninjau kawasan industri JIIPE untuk melihat langsung implementasi integrasi industri dan pelabuhan di Gresik.

Khasan menilai Gresik sebagai salah satu daerah dengan pengembangan kawasan industri terintegrasi yang berpotensi besar untuk dipromosikan dalam kerja sama internasional, baik di bidang investasi, perdagangan, maupun pendidikan vokasi.