Gresik, Sekilasmedia.com — Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan bahwa keterwakilan perempuan di ruang publik harus menghasilkan kebijakan yang nyata dan berdampak, bukan sekadar simbolik.
Hal itu disampaikan dalam Sarasehan Hari Kartini di Gresik, Sabtu (25/4/2026). Menurutnya, perjuangan perempuan saat ini tidak lagi cukup diukur dari jumlah keterwakilan, tetapi dari sejauh mana kebijakan mampu melindungi dan memberdayakan perempuan.
“ Kartini masa kini bukan hanya soal hadirnya perempuan di ruang publik, tetapi bagaimana negara memastikan mereka aman, terlindungi, dan memiliki akses setara dalam pendidikan, ekonomi, dan ruang digital,” kata Nila Yani.
Ia menyoroti meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender, termasuk di ruang digital, yang dinilai semakin mempersempit ruang aman bagi perempuan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peringatan bagi negara untuk memperkuat perlindungan.
DPR RI, lanjut dia, melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran, berkomitmen mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan. Upaya itu mencakup penguatan regulasi perlindungan, sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan dan kerja, serta pengalokasian anggaran yang tepat sasaran.
Selain itu, Komisi VII DPR RI juga memberi perhatian pada pengembangan ekosistem industri dan digital yang inklusif. Transformasi digital diharapkan tidak menjadi ruang baru bagi eksploitasi, tetapi mampu mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya di sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan industri digital.
Nila Yani menambahkan, keterwakilan perempuan harus mampu menjawab persoalan riil, seperti keamanan di kampus dan tempat kerja, perlindungan di ruang digital, akses pembiayaan, serta perlindungan hak cipta.
“ Semangat Raden Ajeng Kartini hari ini adalah memastikan perempuan muda aman untuk tumbuh, berani bersuara, dan kuat menjadi pengambil keputusan,” ujarnya.
DPR RI, kata dia, akan terus mendorong kebijakan yang responsif gender dan berdampak nyata bagi perempuan di Indonesia.
Penulis : Rudi
Editor. : Erik






