Probolinggo,Sekilasmedia.com-Suasana penuh khidmat mewarnai pelaksanaan upacara gabungan di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati sejumlah momentum penting, yakni Hari Otonomi Daerah ke-30, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), serta hari jadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-76, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) ke-107, dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-64.
Upacara tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta berbagai elemen peserta yang mencerminkan soliditas dan kolaborasi antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan sejumlah pesan strategis dalam amanatnya. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak bangsa yang harus dijamin aksesnya tanpa diskriminasi. Ia menekankan pentingnya menciptakan sistem pendidikan yang terbuka, adil, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Wali Kota juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam memajukan sektor pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan tema Hardiknas tahun ini yang menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menghadirkan pendidikan berkualitas.
Ia menyebut, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan menjadi faktor kunci dalam menjawab tantangan perkembangan zaman serta menciptakan generasi yang kompeten.
Selain menyoroti sektor pendidikan, Dokter Aminuddin turut memberikan apresiasi kepada personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas atas kontribusi dan pengabdian mereka dalam menjaga ketertiban umum serta memberikan pelayanan kemanusiaan.
Ia mendorong seluruh aparat tersebut untuk terus meningkatkan profesionalitas, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas. Pendekatan yang humanis dan persuasif juga dinilai penting dalam menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran ketiga institusi tersebut sangat strategis dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang tertib, aman, dan nyaman.
Dalam kesempatan itu, momentum Hari Otonomi Daerah juga dijadikan sebagai refleksi bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Wali Kota menyoroti tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian, yakni percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kemandirian fiskal daerah, serta penerapan pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan otonomi daerah sangat bergantung pada integritas serta kinerja aparatur dalam mengelola kewenangan yang dimiliki demi kepentingan masyarakat luas.
Menutup sambutannya, Dokter Aminuddin menyampaikan penghargaan kepada seluruh elemen, mulai dari tenaga pendidik, aparatur sipil negara, hingga petugas lapangan, yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Rangkaian upacara juga dimeriahkan dengan penampilan seni dari para pelajar, termasuk tarian modern dan tradisional. Selain itu, kegiatan diisi dengan pengibaran bendera, pembacaan sejarah otonomi daerah, kirab panji, hingga penyerahan penghargaan kepada pemenang lomba, anggota Satlinmas, serta ASN yang memasuki masa purna tugas.





