Daerah

MAN 2 Mojokerto Gelar Perpisahan Angkatan XXIII, Siswa Bebas Tentukan Konsep Acara

×

MAN 2 Mojokerto Gelar Perpisahan Angkatan XXIII, Siswa Bebas Tentukan Konsep Acara

Sebarkan artikel ini
Prosesi Akhirussanah angkatan XXIII MAN 2 Mojokerto di Gedung Astoria Kota Mojokerto, Sabtu (9/5/2026) foto:Clara

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi Akhirussanah angkatan XXIII Madrasah Aliyah Negeri 2 Mojokerto yang digelar di Gedung Astoria, Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Sabtu (9/5/26).

Dalam kegiatan tersebut, MAN 2 Mojokerto resmi melepas ratusan siswa kelas XII tahun ajaran 2025-2026 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Humas MAN 2 Mojokerto, Ilmi Firdaus Aliyah mengatakan, tahun ini sekolah sebenarnya meluluskan sebanyak 494 siswa. Namun, satu siswa meninggal dunia sehingga hanya 493 siswa yang mengikuti prosesi Akhirussanah.

“Tahun ini ada 494 siswa yang lulus, tetapi satu anak meninggal dunia, sehingga yang hadir mengikuti kegiatan sebanyak 493 siswa,” ujar Ilmi.

BACA JUGA :  Silaturahmi Kapolresta Sidoarjo dengan Ketua GP Ansor Sidoarjo

Ia menjelaskan pelaksanaan Akhirussanah kali ini merupakan keinginan para siswa sendiri. Karena itu, pihak sekolah memberikan kebebasan kepada siswa untuk menentukan lokasi kegiatan perpisahan.

“Kegiatan ini memang kemauan anak-anak sendiri, jadi untuk tempat mereka yang menentukan,” katanya.

Selain melepas siswa, MAN 2 Mojokerto juga mulai menyiapkan program baru untuk tahun ajaran mendatang, yakni pembukaan kelas khusus tahfidz.

Menurut Ilmi, program tahfidz sebenarnya pernah berjalan di tahun-tahun sebelumnya. Namun program tersebut sempat terhenti dan hanya tersisa dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler sehingga dinilai kurang maksimal.

“Rencananya tahun depan kami membuka kelas khusus tahfidz lagi. Dulu pernah ada, tapi sempat berhenti dan hanya menjadi ekstrakurikuler saja,” imbuhnya.

BACA JUGA :  HPN 2026 dan HUT PWI ke-80, Bupati Lamongan Apresiasi Peran Pers

Ia menyebut banyak siswa sebelumnya masih ragu memilih kelas tahfidz karena bingung menentukan jurusan kuliah setelah lulus. Namun setelah pihak sekolah memberikan pemahaman bahwa banyak perguruan tinggi membuka peluang bagi lulusan tahfidz, minat siswa mulai meningkat.

“Setelah kami beri arahan kalau banyak perguruan tinggi menerima lulusan tahfidz, ternyata banyak siswa yang mulai tertarik,” jelas Ilmi.

Di akhir kegiatan, pihak sekolah berharap seluruh siswa yang telah lulus dapat diterima di perguruan tinggi impian dan sukses menempuh masa depan mereka.

“Kami berharap semua siswa yang lulus bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan dan sukses ke depannya. Kalau nanti sudah berhasil, jangan melupakan almamater,” pungkasnya.