Daerah

Wali Kota Probolinggo Hadiri Workshop Ilmu Waris dan Literasi Syariah di Paseban Sena

×

Wali Kota Probolinggo Hadiri Workshop Ilmu Waris dan Literasi Syariah di Paseban Sena

Sebarkan artikel ini
Penyerahan bantuan simbolis kepada sahabat disabilitas dan santunan anak yatim (Foto : Suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com – Walikota Probolinggo dr. Aminuddin membuka kegiatan Workshop Ilmu Waris yang digelar di Paseban Sena, Minggu pagi. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Tahfidz Al Ashr bersama Lembaga Manajemen Infak Kota Probolinggo dalam rangka memperingati milad kedua Rumah Tahfidz Al Ashr.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Dokter Amin itu menilai workshop ilmu waris memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan masyarakat terkait hukum syariah, khususnya mengenai pengelolaan dan pembagian harta warisan.

Menurutnya, kegiatan edukatif berbasis keagamaan semacam ini perlu terus didorong karena mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi ilmu pengetahuan umum maupun pemahaman agama.

“Workshop seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk menambah pemahaman tentang syariat Islam, khususnya ilmu waris dan pengelolaan keuangan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pejabat Eselon III Ikuti Seleksi Terbuka JPT Pratama

Dokter Amin hadir bersama istrinya, Evariani. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya masyarakat yang religius dan berdaya saing.

Selain workshop, kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu juga diisi dengan penyaluran bantuan simbolis bagi penyandang disabilitas serta santunan kepada anak yatim.

Ketua Lembaga Manajemen Infak Kota Probolinggo, Daud Sulaiman mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ilmu waris dan pentingnya literasi keuangan syariah dalam kehidupan keluarga.

Ia menyebut, banyak persoalan keluarga muncul akibat minimnya pemahaman tentang tata kelola warisan dan pengelolaan keuangan sesuai syariat.

“Persoalan waris sering menjadi pemicu konflik keluarga karena kurangnya pengetahuan tentang ilmu agama dan finansial syariah,” katanya.

BACA JUGA :  Pupuk Langkah , Warga Ujung Pangkah Gresik Sambat Gus Iwan

Sementara itu, Founder Rumah Tahfidz Al Ashr, Asri Rahajoe menjelaskan, rumah tahfidz tersebut berdiri dari wakaf tanah dan bangunan yang diberikan keluarganya sejak tujuh tahun lalu. Dalam dua tahun terakhir, proses pembelajaran mulai berjalan aktif dengan fokus mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan workshop literasi keuangan syariah dengan narasumber Murniati Mukhlisin atau yang dikenal sebagai Madam Ani. Dalam paparannya, ia menyoroti masih rendahnya tingkat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Ia juga memperkenalkan program sejuta literasi dan ta’awun disabilitas yang kini mulai dikembangkan di wilayah Jawa Timur sebagai upaya memperluas edukasi keuangan syariah kepada masyarakat.