Malang, sekilasmedia.com– Apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Senin (11/5/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Selain menjadi agenda kedisiplinan dan konsolidasi pegawai, kegiatan yang digelar di halaman Balai Kota Malang itu juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan lomba permainan tradisional dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang.
Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Beragam perlombaan tradisional seperti dakon, bola bekel, dan orado menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar hiburan masa lalu, melainkan sarana membangun karakter masyarakat yang sarat nilai kebersamaan dan sportivitas.
“Melalui permainan tradisional, kita diajak untuk terus menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas dan karakter Kota Malang,” ujar Wahyu usai memimpin apel dan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba.
Menurutnya, permainan tradisional mengandung filosofi penting yang masih relevan dengan semangat pembangunan daerah saat ini. Nilai kekompakan, kerja sama, gotong royong, hingga semangat pantang menyerah dinilai menjadi modal sosial penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan kota.
“Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya mengucapkan selamat kepada para pemenang. Semoga prestasi yang diraih dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Kota Malang lainnya,” katanya.
Wahyu yang akrab disapa “Pak Mbois” itu juga menekankan bahwa membangun kota tidak selalu diwujudkan melalui proyek besar dan pembangunan fisik semata. Menjaga budaya lokal, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan lingkungan yang harmonis juga merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.
Ia menyebut, semangat yang lahir dari permainan tradisional sejalan dengan tema HUT ke-112 Kota Malang, yakni “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Kota Malang untuk terus bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas daerah.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, Wahyu mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai fondasi membangun masyarakat yang humanis, solid, dan berdaya saing.
“Karena itu, mari kita jadikan nilai-nilai positif dalam permainan tradisional sebagai inspirasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang solid, produktif, dan penuh semangat gotong royong,” pungkasnya.
Penulis : S Basuki






